Tampilkan postingan dengan label Bahteraku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahteraku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 September 2016

HAQQU AZ ZAUJAIN (6)

┏━━━━━━━━━━━━━━━🌳🏠━━┓
     ❝ KAJIAN  BAHTERAKU ❞
┗━━🏠🌳━━━━━━━━━━━━━━━┛

🕯Pertemuan ke 6

Kitab: HAQQU AZ ZAUJAIN
[Hak-Hak Suami-Istri]
Karya: Fadhilatus Syaikh Sulaiman bin Salimillah Ar-Ruhaili hafizhahullah.
Diterjemahkan oleh Al-Ustadz Abu Hudzaifah Ahmad bin kadiyat 'afallahu 'anhu.
---------------------------------------🏡

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menerangkan tentang memilih istri. Di sini beliau menjelaskannya kepada para suami.

Lalu adakah di sana Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan tentang hak istri dalam memilih pasangan? Kami jawab: ya, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengajak bicara para wali agar mereka memilihkan untuk putrinya lelaki yang kuat agamanya lagi berakhlak mulia. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Jika datang kepada kalian -wahai para wali!- lelaki (untuk meminang putrimu) yang kamu ridhai dien dan akhlaknya, maka nikahkanlah! Jika kalian tidak melakukannya niscaya akan terjadi fitnah dan kerusakan besar di muka bumi." (HR. At Tirmidzi 1084, Ibnu Majah 1967 dan yang lain serta dihasankan oleh Syaikh Al Albani. Lihat Ash Shahihah 1022 dan Al Irwa' 1868).

Demi Allah, telah benar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam:

"Jika kalian tidak melakukannya, niscaya akan terjadi fitnah dan kerusakan besar di muka bumi."

Jika wali tidak menikahkan putrinya dengan lelaki yang beragama kuat lagi berakhlak mulia, pasti akan muncul fitnah.
Sebab kemungkinan si wali tersebut akan menikahkannya dengan lelaki yang tidak punya agama, tidak punya akhlak, apa kiranya yang dia lakukan terhadap istrinya? Terkadang ia menyiksanya. Terkadang pula memintanya melakukan apa yang diharamkan oleh Allah.

Sehingga, seorang wali menjaga kehormatan putri yang ada di sisinya dari hal-hal yang haram, kemudian menyerahkannya kepada lelaki yang menjerumuskannya ke dalam perkara² yang diharamkan oleh Allah?!

"Pasti akan terjadi fitnah dan kerusakan besar di muka bumi."

Jika tidak dinikahkan dengan lelaki yang beragama dan berakhlak mulia, jika tidak dipilihkan lelaki yang beragama dan berakhlak mulia, pasti akan terjadi fitnah dan kerusakan besar.

Ada seorang lelaki bertanya kepada Al Hasan bin 'Ali Radhiallahu 'anhu:

"Putriku telah dilamar oleh sejumlah lelaki, dengan siapakah aku harus menikahkannya?"

Beliau menjawab:

"Nikahkanlah dia dengan lelaki yang takut kepada Allah! Kalau dia mencintainya, dia akan memuliakannya dan kalau dia membencinya, dia tidak akan menzhaliminya." (Diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dunya dalam Al 'Iyal (1/173)).

Putrimu akan hidup bersamanya di atas kebaikan. Jika dia mencintainya, atau Allah meletakkan kecintaan di hatinya terhadapnya, niscaya dia akan memuliakan dan mengangkat martabatnya.

Namun jika dia membencinya, tidak terdapat kecintaan di hatinya, dia tidak akan menghinakannya dan tidak akan mengembalikannya kepada keluarganya, tidak pula menzhaliminya, bahkan dia pergauli dengan cara yang tepat sesuai keadaannya.

Bersambung Insya Allah...

Sabtu, 01 Dzulhijjah 1437 H / 03 September 2016 M​.

www.saalikatmanhajsalaf.blogspot.co.id/
bit.ly/Saalikat_ManhajSalaf

Saalikat Manhaj Salaf

HAQQU AZ ZAUJAIN (5)

┏━━━━━━━━━━━━━━━🌳🏠━━┓
     ❝ KAJIAN  BAHTERAKU ❞
┗━━🏠🌳━━━━━━━━━━━━━━━┛

🕯Pertemuan ke 5

Kitab: HAQQU AZ ZAUJAIN
[Hak-Hak Suami-Istri]

Karya: Fadhilatus Syaikh Sulaiman bin Salimillah Ar-Ruhaili hafizhahullah.

---------------------------------------🏡

Menikah, wahai saudara-saudaraku bukanlah untuk waktu sementara. Akan tetapi Menikah adalah hubungan yang terus-menerus selama-lamanya. Insan yang ada di dalam rumahnya tidak merasakan apa yang menyelimuti orang yang berada di luar rumah.

Selalu ada gesekan manusiawi; sang istri menuntutnya untuk memenuhi berbagai macam tuntutan hidup dan suamipun menuntut sang istri dengan berbagai macam tuntutan.

Keduanya hidup berdampingan dalam rentang waktu yang lama. Perkara yang seperti itu tidak mungkin untuk selalu dikokohkan, tidak mungkin untuk ditegakkan dengan benar dan lurus, terus menerus, selalu terbaharui di dalamnya curahan cinta dan kebahagiaan, tanpa didasari dengan kuatnya agama disertai akhlak mulia.

Segala sesuatu, wahai saudaraku..., bisa usang dengan adanya gesekan dan hubungan, kecuali agama dan akhlak mulia yang akan tetap kokoh, segar, dan selalu memperbaharui untuk pemiliknya kebaikan dan kebahagian. Oleh sebab itu datang pengarahan dari nabi sekaligus orang yang paling kita cintai kepada suami istri dalam hal ini.

Beliau bersabda memberikan pengarahan terhadap hal ini:

"Wanita dinikahi karena empat hal: hartanya, keluhuran leluhurnya, kecantikannya, dan agamanya. Pilihlah wanita yang kuat agamanya, niscaya kamu akan beruntung." (HR. Bukhari dan Muslim)

Beliau mendorong para suami untuk memilih istri yang agamanya kuat:

"Hendaknya setiap kalian mengambil hati yang selalu bersyukur, lisan yang selalu berdzikir dan istri mukminah yang selalu membantu suaminya menjalankan urusan akhirat." (HR. At Tirmidzi dan Ahmad, lihat Ash Shahihah oleh syaikh Al Albani (2176))

Tiga perkara, yang jika tiga perkara itu ada pada dirimu maka akan tercurah segala macam kebaikan bagimu:

- Hati yang selalu bersyukur,

- Lisan yang selalu berdzikir,dan

- Istri yang baik lagi kuat agamanya, yang selalu membantumu dalam urusan akhirat.

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Dunia itu hanyalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya adalah wanita shalihah." (HR. Muslim)

Wanita itu tidaklah dinilai dengan harta dan kecantikannya

Sekali-kali tidak, juga bukan dengan kemulian leluhurnya

Akan tetapi dengan kehormatan dan kesuciannya

Serta ketulusannya kepada suami dan anak-anaknya

Bersambung Insya Allah...

Sabtu, 17 Dzulqa'dah 1437 H /20 Agustus 2016 M​

» http://saalikatmanhajsalaf.blogspot.co.id/
» bit.ly/Saalikat_ManhajSalaf

Saalikat Manhaj Salaf

Minggu, 21 Agustus 2016

ASBAAB SA'ADATIL USRAH [6]

KAJIAN BAHTERAKU
     [ Pertemuan.6  ]

Dari Kitab: Asbaab Sa'adatil Usrah

AGAR RUMAH TANGGA BAHAGIA

✒Fadhilatus Syaikh Sulaiman bin Salimillah Ar Ruhaili hafizhahullah ta'ala
_______________________

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ، فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمْ الْأُمَمَ!

“Nikahilah wanita-wanita yang penuh kasih sayang dan subur! Sebab aku akan membangakan kalian di hadapan umat-umat yang ada (pada Hari Kiamat).”

Bersamaan dengan pengarahan yang agung tersebut, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidaklah mengesampingkan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh insan sebagai manusia biasa, agar kehidupannya menjadi damai.

Oleh sebab itu, wahai saudara-saudaraku, Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu mengatakan, “Dahulu aku pernah berada di samping Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Tiba-tiba ada seorang lelaki yang mendatangi beliau dan mengabarkan bahwa dia menikahi wanita Anshar, maksudnya bahwa dia telah mengkhitbah wanita tersebut untuk dinikahi. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan,

أَنَظَرْتَ إِلَيْهَا؟

“Apakah kamu sudah melihatnya?”

Lelaki itu menjawab, “Belum.”

فَاذْهَبْ فَانْظُرْ إِلَيْهَا!

“Kalau begitu pergilah, lihat dia!”

Kenapa demikian?

فَإِنَّ فِي أَعْيُنِ الْأَنْصَارِ شَيْئًا

“Sebab ada sesuatu pada mata wanita Anshar itu.”

Lelaki ini dari kalangan muhajirin, mengkhitbah wanita Anshar. Kemudian dia mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan mengabarkan bahwa dia telah mengkhitbahnya. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan kepadanya, “Apakah kamu sudah melihatnya?” Dia menjawab, “Belum.” Maka Nabi mengatakan, “Kalau begitu pergilah untuk melihatnya!”

Kenapa?

Karena dia orang muhajirin dan pada mata wanita Anshar ada sesuatu, yakni sedikit sipit, yang terkadang orang Muhajirin tidak menyukainya.

Lihatlah, bagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengarahkan lelaki itu untuk melihat apa yang bisa menyenangkan hatinya! Sebab dia manusia biasa. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak mengesampingkan masalah ini.

Datang pula riwayat bahwa Al Mughirah bin Syu’bah radhiallahu 'anhu mengkhitbah seorang wanita. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan,

اذْهَبْ فَانْظُرْ إِلَيْهَا؛ فَإِنَّهَ أَحْرَى أَنْ يُؤْدَمَ بَيْنَكُمَا.

“Pergilah, lihat dia! Sebab itu lebih bisa mengekalkan hubungan kalian berdua.”

Al Muhgirah radhiallahu 'anhu pun pergi melihatnya.

Perhatikanlah, wahai saudaraku!

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengarahkan Al Mughirah bin Syu’bah radhiallahu 'anhu untuk melihat si wanita yang hendak dinikahinya, kemudian mengabarkan hikmahnya, yaitu lebih bisa mengekalkan hubungan antara keduanya dan agar kehidupan terus berlangsung harmonis antara keduanya.

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak mencukupkan sekedar lelaki mengetahui agama yang dimiliki oleh wanita yang dikhitbahnya, akan tetapi beliau juga memperhatikan kebutuhan daripada manusia, agar setiap insan bisa merasa senang dengan orang yang akan mendampingi hidupnya.

Ini termasuk sebab terbesar yang bisa mendatangkan kedamaian dalam rumah tangga.

Apabila seorang lelaki menikahi wanita dan dia telah menyenanginya dan wanita itu memiliki dien yang kuat, maka hal itu merupakan sumber kebahagian baginya dalam rumah tangga dan dalam melanggengkan hubungan suami-istri.

Bersambung Insya Allah..

Alih Bahasa : Al Ustadz. Abu Hudzaifah Ahmad bin Kadiyat حفظه الله.

Dipublikasikan: Sabtu,27 Al Muharram 1437 H// 07 November 2015.

Majmu'ah Saalikat Manhaj Salaf.

Selasa, 02 Agustus 2016

Haqqu Az Zaujain [4]

┏━━━━━━━━━━━━━━━🌳🏠━━┓
     ❝ KAJIAN  BAHTERAKU ❞
┗━━🏠🌳━━━━━━━━━━━━━━━┛

🕯Pertemuan ke 4

Kitab: HAQQU AZ ZAUJAIN
     [Hak-Hak Suami-Istri]

Karya: Fadhilatus Syaikh Sulaiman bin Salimillah Ar-Ruhaili hafizhahullah.

Hak-Hak Suami Istri

Hak-hak suami istri, wahai saudara-saudaraku yang tercinta, ada di antara hak itu:

Hak-hak sebelum khitbah

Hak-hak ketika
berlangsungnya khitbah

Hak -hak ketika akad nikah

Hak-hak setelah resmi nikah.

Di antara hak sebelum khitbah adalah hak memilih.

Yakni, hendaknya pilihan tersebut ditegakkan di atas dasar: agama, kashalihan dan akhlak mulia.

Sehingga, seorang lelaki berkeinginan menikahi seorang wanita karena keshalihan, kebaikan agama dan akhlaknya.

Seorang wanita ingin menikah dengan seorang lelaki karena keshalihannya, kebaikan agama dan akhlaknya.

Sebab itu adalah asas kebaikan dan kebahagiaan. Siapa yang hilang agamanya, maka tidak ada kebaikan padanya. Tidak ada kebaikan pada orang yang tidak punya agama, meskipun padanya melimpah sebab-sebab kebahagiaan yang lainnya.

Oleh sebab itu Rabbuna Subhanahu wa ta'ala berfirman:

"Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang diberi ilmu dan orang-orang beriman beberapa derajat." (Al Mujadilah: 11)

Allah menjadikan ketinggian derajat dengan dasar ilmu, apabila ilmu itu diiringi dengan iman. Sebab tidak mungkin kebaikan itu ada tanpa diiringi dengan agama. Jika hilang agama, maka hilang pula kebaikan, meskipun dijumpai banyak sebab kebahagiaan untuk manusia.

Kecantikan semata tanpa diiringi agama, tidaklah cukup untuk bekal mengarungi kegenasan gelombang kehidupan rumah tangga.

Harta saja tidak bermanfaat tanpa agama. Garis keturunan yang luhur semata juga tidak akan bermanfaat tanpa diiringi dengan agama.

Agama itupun harus diiringi dengan akhlak yang mulia.Sebab jalan yang akan dilalui dalam rumah tangga itu sangat panjang dan tuntutan-tuntutan di dalamnya sangat banyak serta harus dijaga hubungan. Sehingga sangat butuh hubungan suami istri untuk selalu dikuatkan dan dilanggengkan.

Semuanya itu tidaklah bisa diwujudkan kecuali dengan kebaikan agama dan keluhuran akhlak.

Bersambung Insya Allah...

✍🏾Diterjemahkan oleh Al-Ustadz Abu Hudzaifah Ahmad bin kadiyat 'afallahu 'anhu.

Dipublikasikan: Sabtu, 25 Syawwal️ 1437H/ 30 Juli 2016M.

Saalikat Manhaj Salaf

» http://saalikatmanhajsalaf.blogspot.co.id/
» bit.ly/Saalikat_ManhajSalaf

Selasa, 26 Juli 2016

HAQQU AZ ZAUJAIN [3]

╔═══════════ ❁🎁✿ ╗
   KAJIAN  BAHTERAKU
╚═ ❁🎁✿ ══════════╝

PERTEMUAN KE 3
   
Kitab: HAQQU AZ ZAUJAIN
   [Hak-Hak Suami-Istri]

Karya: Fadhilatus Syaikh Sulaiman bin Salimillah Ar-Ruhaili hafizhahullah.

_____
Berbagai keutamaan dan kebaikan yang sangat agung terdapat di dalamnya (pernikahan):

Memperbanyak umat Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam dan merealisasikan program beliau membanggakan jumlah umatnya yang banyak di hari Kiamat di hadapan umat-umat yang lain.

Nikah sebab lestarinya jenis manusia.

✔ Nikah jalan untuk menggalang persatuan dan kesatuan antar warga dalam masyarakat.

✔ Kebahagiaan akan terpencar antar keluarga.

✔ Dengannya akan bersatu hati dan terlipat jarak yang jauh.

Betapa banyak keluarga yang sebelumnya tidak tahu keluarga lain, kecuali dari jauh, lalu terjadi perbesanan, jadilah dekat keluarga-keluarga tersebut dan seakan-akan menjadi satu keluarga.

Secara ringkas, nikah semuanya adalah manfaat, poros masyarakat terpusat padanya. Oleh sebab itu Islam datang dengan segala hal yang bisa menjadikan mawaddah tegak antara suami istri.

Sebab pernikahan dalam Islam isinya adalah Mawaddah, Rahmah, Mahabbah, Ketenangan jiwa, Tentramnya pikiran dan Tenangnya hati.

Nikah dalam agama kita, wahai saudara-saudara tercinta, bukanlah semata-mata akad antara dua insan yang tanpa diiringi kecintaan.

Akan tetapi Nikah adalah akad yang dilakukan oleh seorang muslim dalam keadaan tahu bahwa tujuannya adalah untuk menumbuhkan mahabbah, ketenangan, ketentraman dan kebahagiaan antar dua pihak.

Rabb kita, Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman:

"Di antara ayat-ayat-Nya, Dia menjadikan untukmu pasangan-pasanganmu dari jenismu sendiri, agar kamu hidup tentram dengan-Nya, dan Allah menumbuhkan mawaddah dan rahmah di antara kamu."(Ar Ruum: 21)

Kalau seandainya setiap insan berpegang dengan aturan Islam dalam pernikahan, niscaya akan terwujud mawaddah di antara mereka dan kebahagiaan akan menghiasai rumah-rumah mereka serta orang yang ada di sekitarnya.

Atas landasan itu, Islam menentukan hak-hak untuk masing-masing pihak, yang akan menjamin bagi keduanya Kehidupan yang tenang, tentram, bahagia. Semuanya berisi Mawaddah, Jujur dan Ikhlas.

Bersambung Insya Allah...

Diterjemahkan oleh Al-Ustadz Abu Hudzaifah Ahmad bin kadiyat 'afallahu 'anhu.

Dipublikasikan: Sabtu, 28 Sya'ban 1437H/ 4 Juni 2016.

Saalikat Manhaj Salaf

» http://saalikatmanhajsalaf.blogspot.co.id/
» bit.ly/Saalikat_ManhajSalaf

Jumat, 08 Juli 2016

RUMAH YANG BAIK (1)

RUMAH YANG BAIK 1

Termasuk kebahagiaan di dalam rumah, adalah:

Penghuni rumah memiliki hati yang penuh keridhaan kepada Allah.

Merasa cukup dengan apa yang Allah tetapkan.

Berapa banyak dari kalangan hamba yang berangan angan untuk dapat setengah atau seperempat atau seperdelapan dari kenikmatan yang Allah berikan kepada kalian saat ini.

((Khuthbah "tempat yang baik <al maskan as sholih> oleh Asy Syaikh Ali Al Haddadi -semoga Allah menjaganya-))

Sumber: @rasael_emaratia

Diterjemahkan oleh: Umm Abdirrahman Fathimah. ️Telah dikoreksi oleh Al Ustadz. Abu 'amr As-Sidawy حفظهما الله.

المسكن الصالح

من السعادة في البيوت

أن تكون قلوب أهلها معمورة بالرضى عن الله والقناعة بما قسم الله ، فكم من الخلق يتمنون نصف أو ربع أو ثمن ما أنتم تتقلبون فيه من نعم الله عليكم....

من خطبة المسكن الصالح
الشيخ على بن يحيى الحدادي حفظه الله

رسائل امراتـيــة

Post: Senin, 19 Jumadil Akhir 1437H || 28 Maret 2016.

http://saalikatmanhajsalaf.blogspot.co.id/
bit.ly/Saalikat_ManhajSalaf

Saalikat Manhaj Salaf

Termasuk kenyamanan di dalam rumah [2]:

Termasuk kenyamanan di dalam rumah [2]:

Memakmurkan rumah dengan ketaatan kepada Allah, seperti:

Membaca Al-Qur'an.

Dzikir.
🕌
Shalat sunnah rawatib.
🕌
Shalat sunnah yang lain.

Shalat malam.

Dan menjauhkan rumah dari sebab sebab kelalaian dan sia sia, yang bisa mendatangkan murka Allah seperti; berhala, gambar-gambar makhluk bernyawa, memelihara anjing yang bukan anjing penjaga/anjing pemburu/anjing penjaga peternakan.

((Khuthbah "tempat yang baik <al maskan as sholih> oleh Asy Syaikh Ali Al Haddadi -semoga Allah menjaganya-))

Sumber: @rasael_emaratia

Diterjemahkan oleh: Umm Abdirrahman Fathimah.️Telah dikoreksi oleh Al Ustadz. Abu 'amr As-Sidawy حفظهما الله.

من السعادة في البيوت

🏽                            أن تكون بيتا معمورة بطاعة الله من

قراءة قرآن، وذكر ، وصلاة السنن

الرواتب والنوافل، وقيام الليل بعيدة عن أسباب الغفلة

واللهو الجالبة لسخط الله كالتماثيل  وصور ذوات الأرواح ، واقتناء الكلاب التي ليست كلاب حراسة أو صيد أو راعي.

((خطبة المسكن الصالح))
الشيخ على بن يحيى الحدادي -حفظه الله-

رسائل امراتـيــة

Post: Selasa, 20 Jumadil Akhir 1437H || 29 Maret 2016.

http://saalikatmanhajsalaf.blogspot.co.id/
bit.ly/Saalikat_ManhajSalaf

Saalikat Manhaj Salaf

Diantara Ketentraman di Dalam Rumah [3]

Diantara Ketentraman di Dalam Rumah [3]

Hendaknya penghuni rumah menegakkan hak hak yang wajib dilakukan, seperti :

interaksi yang baik,

melakukan kebajikan,

menyambung tali silaturahmi,

kasih sayang dan dan kelemah lembutan.

(Khuthbah "tempat yang baik <al maskan as sholih> oleh Asy Syaikh Ali Al Haddadi -semoga Allah menjaganya-)

Sumber: @rasael_emaratia

Diterjemahkan oleh: Umm Abdirrahman Fathimah. Telah dikoreksi oleh Al Ustadz. Abu 'Amr As-Sidawy حفظهما الله.

من السعادة في البيوت

أن يكون أهلها قائمين بالحقوق التي عليهم

من العشرة بالمعروف

والإحسان والبر والصلة والرحمة والرأفة.

((خطبة المسكن الصالح))
الشيخ على بن يحيى الحدادي -حفظه الله-

رسائل امراتـيــة

Dipublikasi: Kamis, 6 Rajab 1437H || 14 April  2016.

http://saalikatmanhajsalaf.blogspot.co.id/
bit.ly/Saalikat_ManhajSalaf

Saalikat Manhaj Salaf

Diantara Ketentraman Tempat Tinggal [4]

Diantara Ketentraman Tempat Tinggal

"Tidak berlebih-lebihan, berbangga bangga, dan tidak bermewah-mewahan.

Semua yang dinafkahkan untuk rumah melebihi kebutuhan yang benar,

Sama saja baik itu harga belinya, harga sewanya, harga pembangunannya, atau harga renovasinya maka tidak ada pahala padanya."

((Khuthbah "tempat yang baik <al maskan as sholih> oleh Asy Syaikh Ali Al Haddadi -semoga Allah menjaganya-))

Sumber: @rasael_emaratia

Diterjemahkan oleh: Umm Abdirrahman Fathimah. Telah dikoreksi oleh Al Ustadz. Abu 'amr As-Sidawy حفظهما الله.




من السعادة في المسكن

ترك المبالغة والمباهاة والترف فيها فكل ما أنفق في البيوت فوق الحاجة الصحيحة سواء من قيمة شرائها إو إجارها أو بنائها أو تزيينها فلا أجر فيه .

(خطبة المسكن الصالح)
الشيخ على بن يحيى الحدادي -حفظه الله-

رسائل امراتـيــة


Dipublikasikan: Senin, 10 Rajab 1437H/ 18 April 2016M.

http://saalikatmanhajsalaf.blogspot.co.id/
bit.ly/Saalikat_ManhajSalaf

Saalikat Manhaj Salaf

Selasa, 31 Mei 2016

HAQQU AZ ZAUJAIN [2]

╔═══════════ ❁🎁✿ ╗
   KAJIAN  BAHTERAKU
╚═ ❁🎁✿ ══════════╝

PERTEMUAN KE 2
   
Kitab: HAQQU AZ ZAUJAIN
     [Hak-Hak Suami-Istri]

Karya: Fadhilatus Syaikh Sulaiman bin Salimillah Ar-Ruhaili hafizhahullah.
---------------------------------------🏡

Islam memperhatikan seluruh sisi kehidupan. Tidaklah ada sisi kehidupan pada dirimu wahai seorang muslim, melainkan Islam telah memberikan penjelasan dan keterangan.

Di antara wujudnya keseriusan Islam dalam memperbaiki masyarakat dan elemen-elemennya. Manakala kebaikan masyarakat mengikuti kebaikan keluarga dan persatuan masyarakat adalah hasil persatuan keluarga, sementara kebahagiaan keluarga sangat terkait erat dengan pernikahan, maka Islam memperhatikan masalah pernikahan dengan sangat serius.

Allah Ta'ala memerintahkan pernikahan di dalam kitab-Nya:

"Nikahilah wanita-wanita yang kalian senangi; dua, tiga atau empat!" Namun jika kamu takut tidak bisa adil, maka satu saja." (An Nisaa': 3)

Al Habib; Ash Shadiqul Mashduq Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam juga sudah memerintahkan dan mengajak bicara para pemuda:

"Wahai segenap pemuda, siapa di antara kalian yang sudah mampu menikah, menikahlah! Sebab yang demikian akan lebih bisa menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan." (HR. al Bukhari dan Muslim).

Nikah, wahai saudara-saudaraku tercinta, padanya terdapat ketenangan jiwa, kebahagian hati, terjaganya kemaluan, terlindunginya kehormatan, dan tertundukkan pandangan. Padanya terdapat berbagai kebaikan bagi individu dan masyarakat.

Bersambung Insya Allah...

✎ Diterjemahkan oleh Al-Ustadz Abu Hudzaifah Ahmad bin kadiyat 'afallahu 'anhu.

Saalikat Manhaj Salaf

» http://saalikatmanhajsalaf.blogspot.co.id/
» bit.ly/Saalikat_ManhajSalaf

Jumat, 20 Mei 2016

HAQQU ZAUJAIN (HAK-HAK SUAMI ISTRI) 1

╔═══════ ❁✿❁ ══════╗
      KAJIAN  BAHTERAKU
╚═══════ ❁✿❁ ══════╝
      
📖 Kitab: HAK-HAK SUAMI ISTRI
              (Haqqu Az Zaujain)

✍🏽Karya: Fadhilatus Syaikh Sulaiman bin Salimillah Ar Ruhaili hafizhahullah.

Alih Bahasa: Al-Ustadz Abu Hudzaifah Ahmad bin kadiyat 'afallahu 'anhu wara'ah.

Alhamdulillah setelah pekan yang lalu kita telah selesai dari kitab Asbaab Sa'adatil Usrah, maka insya Allah mulai pekan ini akan dilanjutkan dengan kitab yang yang baru berjudul "HAQQU AZ ZAUJAIN (Hak-Hak Suami Istri)" Insya Allah dan penulisnya masih sama yaitu Fadhilatus Syaikh Sulaiman bin Salimillah Ar Ruhaili hafizhahullah.

✍🏾Setelah khutbatul hajah.

Wahai saudara-saudaraku yang mulia...

Kita berkumpul di malam hari ini, yang aku memohon kepada Allah semoga Allah memberkahinya, memberkahi orang yang hadir di dalamnya dan memberkahi apa yang kita katakan di dalamnya.

Kita berkumpul guna membahas urusan yang sangat agung. Bagaimana tidak demikian?! Sedangkan yang kita bahas berkaitan dengan urusan rumah tangga yang di tengah-tengah masyarakat berkedudukan seperti hati dalam jasad.

Segaimana hati, bila baik maka baik pula seluruh jasadnya dan bila rusak, rusak pula seluruh jasad. Maka demikian pula keluarga, jika baik maka baiklah masyarakat dan jika rusak maka rusak pula seluruh masyarakat.

Bagaimana tidak penting topik pembahasan ini, sementara berkaitan dengan ketenangan hidup manusia. Manusia, apabila tenang hatinya, tenang kehidupannya, niscaya akan istiqomah ibadahnya. Ia menjadi khusyu' dalam shalatnya, semangat dalam puasanya dan menjadi terang baginya jalan-jalan ibadah.

Bagaimana topik pembahasan ini tidak penting untuk dibahas para penuntut ilmu, sementara urusan ini sangat penting bagi suami dan istri, pemuda dan pemudi, anak laki-laki dan perempuan.

Sangat penting bagi orang yang sudah menikah dan yang hendak menikah. Secara ringkas pembahasan ini sangat penting bagi seluruh lapisan masyarakat dan telah datang pembenarannya dalam kitab rabb kita dan sunnah nabi kita Shallallahu 'alaihi wa sallam.
Sesungguhnya agama kita, agama Islam adalah agama rahmatan lil 'alamin. Agama penuh kebaikan, kebahagian, keberuntungan, kesejahteraan.

Agama ini datang membawa segala hal yang bermanfaat bagi manusia di dinia dan di akhirat, di setiap waktu dan tempat.

Tiada kebahagiaan bagi manusia melainkan dengan agama yang dibawa oleh sebaik-baik manusia; agama Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

Tidaklah Allah memerintahkan sesuatu melainkan pasti di dalamnya terdapat berbagai macam faedah, manfaat, dan mashlahat yang tidak terhitung. Demikian pula, tidaklah Allah melarang dari sesuatu melainkan pasti di dalam seseuatu itu terdapat madharat dan mafsadah yang tiada terhitung lagi tiada terbatasi.

Bersambung...🖊

📝 Dipublikasikan: Sabtu, 29  Rajab/ 7 Mei 2016.

» http://saalikatmanhajsalaf.blogspot.co.id/

» bit.ly/Saalikat_ManhajSalaf

🌸 Saalikat Manhaj Salaf 🌸

Rabu, 18 Mei 2016

Kunci Jawaban Ujian Dari Kitab " Asbaab Sa'adatil Usrah"

بــــــــــــــسم اللّــــــــــــه الرّحمن الرّحيـــــــم

🔐 Kunci Jawaban Ujian Dari Kitab " Asbaab Sa'adatil Usrah" 🔐

✅ 1. Semua anggota keluarga.

Dalil :

كلكم راع وكلكم مسؤول عن رعيته

"Masing² kalian adalah pemimpin dan masing² kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinnya."

✅2. Iman & amal shaleh.

Dalilnya:

(من عمل صالحا من ذكر أو أنثى وهو مؤمن...) الأية

"Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman.." ( an-nahl 97)

✅3. Sebab agama dan akhlak itulah yang akan membangun asas kebahagiaan, yaitu iman & amal shaleh.

4. a) Menenangkan hati,
    b) Mendapat penjagaan,
    c) Di hilangkan kesusahan,
    d) Mengusir setan,
    e) Sebagai ibadah yang agung.

✅5. Menutup mata dari kekurangan & berusaha memperbaikinya serta selalu melihat kebaikan yang ada pada pasangannya.

✅6. √ Mendidiknya dengan ilmu agama.
          √ Berbuat adil.

✅7. Saling membangunkan untuk shalat malam, suami mengerjakan sebagian (membantu) pekerjaan istri.

✅8. Ya. Suami istri harus bermanhaj dengan manhajnya orang-orang shaleh.

✅9. ● Memimpin dan membina rumah tangga.
         ● Mendidik mereka dengan ilmu agama.

✅10. Menjauhkan segala sesuatu yang dapat menimbulkan kemurkaan Allah dari dalam rumah, (Seperti; TV dan yang lain semisalnya)

✍🏼Wallahu A'lam Bisshawwab.

🔏 Al Ustadz. Abu Hudzaifah Ahmad bin Kadiyat hafizhahullah.

📝 Rabu, 19 Rajab1437H / 27 April 2016.

📱https://tlgrm.me/Saalikat_ManhajSalaf

📜🔐🕯➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Soal Ujian Dari Dars Asbaab Sa'adatil Usrah


○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○

                °°🌈🏡🏘🏡🌈°°

بــــــــــــــسم اللّــــــــــــه الرّحمن الرّحيـــــــم

🗒Soal Ujian Kitab "Asbaab Sa'adatil Usrah"

❗Jawablah dengan singkat dan benar!

○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○

✍🏽1. Siapakah yang bertanggung jawab dalam menciptakan kebahagiaan rumah tangga? Sebutkan dalilnya!

✍🏽2. Sebab apakah yang menjadi pangkal utama kebahagiaan rumah tangga? Tuliskan dalilnya!

✍🏽3. Jelaskan secara singkat kenapa yang diutamakan dalam memilih pasangan adalah agama dan akhlak?

✍🏽4. Sebutkan 5 manfaat dzikrullah?

✍🏽5. Bagaimana sikap yang benar ketika menjumpai kekurangan yang ada pada pasangan kita?

✍🏽6. Berkenaan dengan anak-anak, untuk menciptakan kebahagiaan, bagaimana sikap yang benar orang tua terhadap mereka?

✍🏽7. Berikan contoh ta'awwun suami istri yang diajarkan oleh nabi shallallahu 'alaihi wa sallam?

✍🏽8. Apakah manhaj seseorang bisa mempengaruhi kebahagiaan rumah tangga? Harus bermanhaj yang bagaimana suami istri guna menciptakan kebahagiaan?

✍🏽9. Sebutkan tugas suami untuk menciptakan kebahagiaan rumah tangga!

✍🏽10. Apa wasiat terakhir yang diwasiatkan oleh penulis agar tercipta kebahagiaan dalam rumah?

               🎀معكن النجاح🎀

                 °°🌈🏡🏘🏡🌈°°

○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○

Sabtu, 23 April 2016

Asbaab Sa'adatil Usrah (Pertemuan ke 18-Selesai)

📚 Kajian Bahteraku 📚
    [ Pertemuan ke.18 ]

📖 Dari Kitab:
Asbaab Sa'adatil Usrah.

🎀 AGAR RUMAH TANGGA BAHAGIA 🎀

✒Karya: Fadhilatus Syaikh Sulaiman bin Salimillah Ar Ruhaili hafizhahullah ta'ala
_______________________

📒PENUTUP & WASIAT✒

   ✍🏽✋🏼📖_  Aku tidak ingin memperpanjang pembahasan ini hingga memberatkan kalian. Inilah sebagian dari sebab-sebab kebahagiaan keluarga yang aku intisarikan dari kitab Rabb kita dan sunnah Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dengan harapan untuk bisa diamalkan.

📚📝📮_  Dan, hendaknya kita mempelajarinya dan menyebarkannya agar rumah tangga-rumah tangga yang ada bisa hidup tenang dan bahagia dan agar kita bisa mengusir setan-setan dari rumah-rumah kita.

   🗒📌_  Barangkali akan saya tutup pembahasan ini dengan satu wasiat, yaitu hendaknya kita menjauhkan segala sesuatu yang bisa menimbulkan kemurkaan Allah ‘Azza wa Jalla dari rumah-rumah kita.

☝🏽🔥🏠_  Demi Allah, sesungguhnya di antara sebab kesengsaraan adalah manakala kita memasukkan dalam rumah kita perkara-perkara yang dimurkai oleh Allah ‘Azza wa Jalla, meskipun sebagian manusia menyangka bahwa perkara itu termasuk sebab kebahagiaannya.

🏠🚪🔐_  Wajib bagi kita, saudara-saudaraku fillah, untuk melihat dan memperhatikan rumah-rumah kita. Apabila kita jumpai di dalamnya sesuatu yang bisa menimbulkan kemurkaan Allah, hendaknya kita keluarkan dari rumah kita. Dengan cara seperti itulah akan tercipta kebahagiaan hidup bagi kita.

📌Bertakwalah kepada Allah!
📌Bertakwalah kepada Allah!

🍃🌹Wahai saudara-saudaraku, dalam urusan yang sangat agung ini! 🌹🍃

                            *****

       Walhamdulillah Tamat...✍🏽

✍ Diterjemahkan oleh: Al Ustadz. Abu Hudzaifah Ahmad bin Kadiyat حفظه الله ورعاه.

〰〰〰〰〰〰🗒
🌹💦Dengan berakhirnya dars dari kitab Asbaab Sa'adatil Usrah ini, semoga Allah memudahkan saya (admin) dan antunna untuk dapat mengamalkan apa yang telah kita dapatkan dari kitab ringkas diatas sehingga terciptalah Rumah Tangga yang bahagia sebagaimana apa yang diinginkan oleh Fadhilatus Syaikh Sulaiman bin Salimillah Ar Ruhaili hafizhahullah ta'ala dengan meringkas kitab kecil tersebut , begitupula pasangan suami-istri yang senantiasa  mengidamkan Rumah Tangga yang bahagia yang berjalan sesuai syari'at Allah & Rasul-Nya -shallallahu 'alaihi wasallam- .

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. آمين


📥Dipublikasikan: Sabtu, 8 Rajab 1437H || 16 April 2016M.

» http://saalikatmanhajsalaf.blogspot.co.id/

» bit.ly/Saalikat_ManhajSalaf

Asbaab Sa'adatil Usrah (Pertemuan ke 15)

📚 Kajian Bahteraku 📚
     [Pertemuan ke. 15]

📖 Dari Kitab:
Asbaab Sa'adatil Usrah.

🎀 AGAR RUMAH TANGGA BAHAGIA 🎀

✒Karya: Fadhilatus Syaikh Sulaiman bin Salimillah Ar Ruhaili hafizhahullah ta'ala
_______________________

8⃣. SEBAB KEDELAPAN
🍃🌹TA’AWUN YANG BAIK🌹🍃

   👍🏼🏡 Termasuk sebab yang bisa mendatangkan kebahagiaan rumah tangga adalah berdirinya ta’awun antara sesama anggota keluarga untuk melakukan kebaikan.

💍 Hendaknya suami-istri semangat untuk menjalankan yang seperti itu dan hendaknya kedua orang tua mendidik anak-anaknya untuk membiasakan ta’awun yang seperti itu.

📖 Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

“Dan saling tolong menolonglah kalian dalam mewujudkan kebaikan dan ketakwaan!”
[Al Maidah: 2]

☝🏽🏚Apabila terbentuk ta’awun dalam rumah tangga, maka akan dihasilkan ketenangan dan kebahagiaan. Marilah kita bersama-sama memperhatikan satu perkara yang dibimbingkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Di dalamnya terdapat satu kelezatan di antara kelezatan-kelezatan dunia. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

🍃 رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ، فَصَلَّى ثُمَّ أَيْقَظَ امْرَأَتَهُ، فَصَلَّتْ، فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ؛ وَرَحِمَ اللَّهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنْ اللَّيْلِ، فَصَلَّتْ، ثُمَّ أَيْقَظَتْ زَوْجَهَا فَصَلَّى، فَإِنْ أَبَى نَضَحَتْ فِي وَجْهِهِ الْمَاءَ.

✍🏾“Semoga Allah merahmati seorang lelaki yang bangun malam, kemudian shalat dan membangunkan istrinya hingga shalat. Jika si istri enggan dia percikkan air ke wajahnya. Semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun malam, kemudian shalat dan membangunkan suaminya hingga shalat. Dan jika suami enggan, dia percikkan air ke wajahnya.”

🎀 Alangkah indahnya ta’awun dalam kebaikan ini!

🌌 Suami bangun malam kemudian shalat malam. Dia pun mengharapkan istrinya dari kebaikan tersebut, bahkan dia membangunkannya dan jika enggan, dia ambil air kemudian dia percikkan ke wajah istrinya agar istrinya bangun.

🌹👆🏼Demikian halnya si istri. Dia bangun malam kemudian menjalankan shalat, lalu membangunkan suaminya. Apabila suaminya enggan, dia ambil air lalu dia percikkan ke wajah suaminya agar bangun shalat malam.

👍🏼🏠 Sungguh, itulah keluarga yang dibangun di atas ta’awun untuk mewujudkan kebaikan.

🎁💐 Sehingga keluarga menjadi bahagia karenanya. Adapun tatkala keluarga tidak membangun ta’awun di antara mereka untuk mewujudkan kebaikan, bisa jadi meletus seperti gunung api yang meletus dan tidak terwujud kebahagiaan di dalamnya.

✍ Diterjemahkan oleh: Al Ustadz. Abu Hudzaifah Ahmad bin Kadiyat حفظه الله ورعاه.


Dipublikasikan: Sabtu, 10  Jumadil Akhir 1437H || 19 Maret 2016M.

» http://saalikatmanhajsalaf.blogspot.co.id/

» bit.ly/Saalikat_ManhajSalaf

Senin, 18 April 2016

Asbaab Sa'adatil Usrah (Pertemuan ke 17)

📚 Kajian Bahteraku 📚
    [ Pertemuan ke.17 ]

📖 Dari Kitab:
Asbaab Sa'adatil Usrah.

🎀 AGAR RUMAH TANGGA BAHAGIA 🎀

✒Karya: Fadhilatus Syaikh Sulaiman bin Salimillah Ar Ruhaili hafizhahullah ta'ala
_______________________

   🏠👍🏽Lelaki yang berjalan di atas manhaj shalihin dalam rumahnya, dia akan memberikan kepada istrinya hak-haknya yang telah Allah jadikan kewajiban baginya untuk ditunaikan terhadapnya.

✋🏼🗯 Dia tidak akan mencela dan menjelek-jekekkan istrinya. Tidak mencaci maki dan tidak melaknat istrinya. Dia tidak melaknat istrinya, kenapa? Sebab dia tahu bahwasanya pernah dikatakan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, “Apa hak istri salah satu dari kami atas kami? Beliau menjawab,

🕯 أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمْتَ، وَتَكْسُوَهَا إِذَا اكْتَسَيْتَ، وَلَا تَضْرِبْ الْوَجْهَ، وَلَا تُقَبِّحْ، وَلَا تَهْجُرْ إِلَّا فِي الْبَيْتِ.

🕯“Kamu memberinya makan jika kamu makan, kamu menyandanginya jika kamu memiliki sandang, tidak memukul wajahnya, tidak mencaci makinya, dan tidak memboikotnya kecuali di dalam rumah.”

👀 Dia tidak akan menyelidiki dan menghisab istrinya dalam setiap tindakannya, sebab dia tahu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

🕯 اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ، فَإِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ، وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلَاهُ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ، وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ، فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا!

🕯“Nasehatkan kebaikan kepada para wanita! Sebab wanita itu tercipta dari tulang rusuk, dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas. Jika kamu bersikeras meluruskannya, pasti kamu mematahkannya. Namun jika kamu tetap membiarkannya, dia tetap akan bengkok. Oleh sebab itu, nasehatkan kebaikan kepada para wanita!”

  🔐Jika seorang suami memegangi manhaj shalihin di dalam rumahnya, niscaya akan terwujud kebahagian dalam rumahnya. Akan terwujud kebaikkan yang sangat banyak dalam rumah tangga itu.

  🌹🎀 Demikian pula istri, berjalan di atas manhaj wanita-wanita yang shalihah. Sangat mengagungkan hak-hak suaminya, mengagungkan hak-hak keluarganya.

👍🏽🎗 Sebab dia tahu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sangat mengagungkan hak suami atasnya. Ini adalah masalah yang sangat agung yang aku telah menyendirikan pembahasannya dalam ceramah yang telah direkam dengan judul Huquq Az Zaujain (Hak-hak Suami Istri).

📀📼 Aku sebutkan di dalamnya hak-hak suami istri yang tsabit (shahih) dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Tidak diragukan, jikalau hak-hak tersebut diamalkan sebagaimana yang ditunjukkan oleh As Sunnah, niscaya akan menjadi sebab terbesar dalam membangun kebahagiaan rumah tangga.

🍃Bersambung insya Allah...

✍ Diterjemahkan oleh: Al Ustadz. Abu Hudzaifah Ahmad bin Kadiyat حفظه الله ورعاه.


📮Dipublikasikan: Sabtu, 1 Rajab 1437H || 09 April 2016M.

» http://saalikatmanhajsalaf.blogspot.co.id/

» bit.ly/Saalikat_ManhajSalaf

Asbaab Sa'adatil Usrah (Pertemuan ke 16)

📚 Kajian Bahteraku 📚
    [ Pertemuan ke.16 ]

📖 Dari Kitab:
Asbaab Sa'adatil Usrah.

🎀 AGAR RUMAH TANGGA BAHAGIA 🎀

✒Karya: Fadhilatus Syaikh Sulaiman bin Salimillah Ar Ruhaili hafizhahullah ta'ala
_______________________

9⃣ SEBAB KESEMBILAN
SUAMI DAN ISTRI SELALU BERPEGANG DENGAN MANHAJ ORANG-ORANG SHALIH

🌷 Termasuk hal yang bisa mewujudkan kebahagiaan rumah tangga adalah suami konsekuen di atas manhaj orang-orang shalih dalam bermuamalah dengan keluarganya.

📢 Sehingga dia termasuk orang yang terpuji perilakunya, bagus keadaan batinnya, mudah lagi lemah lembut terhadap istri dan anak-anaknya, dan penuh kasih sayang terhadap mereka.

☑ Tidaklah kelemah-lembutan itu menghinggapi sesuatu melainkan akan menjadikan indah dan tidaklah tercabut dari sesuatu melainkan akan menjadikannya jelek. Tidak melampaui batas dalam membebani mereka. Dia selalu menyiapkan dirinya untuk menerima kekurangan yang bersumber dari mereka.

☝🏻Jika dia melihat dari istrinya sesuatu yang tidak dia sukai, dia ingatkan dirinya dengan kebaikan-kebaikan yang telah diperbuatnya.

👓 Jika dia melihat ketergelinciran dari anaknya, dia ingatkan dirinya dengan kebaikan-kebaikan yang ada pada anaknya.

🚫Sehingga dia tidak merasa sengsara dalam keluarganya dan tidak menyengsarakan keluarganya.

💐 Dia tahu bahwa wanita itu lemah dan bahwa dia mengambil wanita itu (menjadikannya sebagai istri) dengan amanah dari Allah, sehingga dia tidak menzhaliminya, selama-lamanya.

◾ Dia menutupi kesalahan-kesalahan istrinya dan tidak menyebarkan rahasia- rahasianya.

📝 Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ مِنْ أَشَرِّ النَّاسِ عِنْدَ اللَّهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ الرَّجُلَ يُفْضِي إِلَى امْرَأَتِهِ وَتُفْضِي إِلَيْهِ ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا

“Sesungguhnya termasuk manusia yang paling jelek kedudukannya di sisi Allah pada Hari Kiamat adalah lelaki yang menggauli istrinya dan istrinya pun melayaninya, kemudian dia menyebarkan rahasia istrinya.”

❗Ini adalah manusia yang terjelek kedudukannya pada Hari Kiamat.

🍭 Suami yang berjalan di atas manhaj shalihin, dia mengajak tertawa keluarganya, mengajak mereka bermain dalam rangka meneladani Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

🚗 Dia pimpin keluarganya, sebab dia adalah pemimpin.

⛔ Dia tidak memukul istrinya dengan keras. Dia tidak memukul istrinya dengan pukulan orang yang menuntut balas.

☝🏻Akan tetapi dia pukul istrinya dengan pukulan yang mendidik. Dengan pukulan itu si istri menyadari bahwa dia sedang mendidiknya.

⚫ Adapun memukulnya dengan pukulan orang yang menuntut balas, maka dia akan memukulnya dengan pukulan dan mencambuknya dengan cambukan yang keras. Sehingga kebahagiaan keluar dari rumahnya.

📮Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

لَا يَجْلِدُ أَحَدُكُمْ امْرَأَتَهُ جَلْدَ الْعَبْدِ، ثُمَّ يُجَامِعُهَا فِي آخِرِ الْيَوْمِ!

“Janganlah salah seorang kalian mencambuk istrinya seperti mencambuk budak, kemudian dia menggaulinya di penghujung harinya!”

🍃 Apabila dia memukul istrinya, si istri akan merasa sempit hatinya. Sehingga dia tidak bisa merasakan kebahagiaan bersamanya.

Bersambung insya Allah...

✍ Diterjemahkan oleh: Al Ustadz. Abu Hudzaifah Ahmad bin Kadiyat حفظه الله ورعاه.


Dipublikasikan: Sabtu, 17 Jumadil Awwal 1437H ||  26 Februari 2016M.

» http://saalikatmanhajsalaf.blogspot.co.id/

» bit.ly/Saalikat_ManhajSalaf

Asbaab Sa'adatil Usrah (Pertemuan ke 14)

📚 Kajian Bahteraku 📚
    [ Pertemuan ke. 14 ]

📖 Dari Kitab:
Asbaab Sa'adatil Usrah.

🎀 AGAR RUMAH TANGGA BAHAGIA 🎀

✒Karya: Fadhilatus Syaikh Sulaiman bin Salimillah Ar Ruhaili hafizhahullah ta'ala
_______________________

7⃣. SEBAB KETUJUH
HUSNUZHAN ANTARA SUAMI-ISTRI

   🏡🌈 Di antara sebab kebahagiaan rumah tangga adalah saling husnuzhan (baik sangka) antara suami istri. Jadi, suami masuk rumah istrinya dalam keadaan berbaik sangka terhadap istrinya, baik dalam muamalahnya maupun dalam perbuatannya sehari-hari.

👉🏼💬Jika salah perbuatan si istri, hendaknya dia husnuzhan dan mencari-cari jalan keluar serta membawanya kepada kemungkinan-kemungkinan yang baik.

☝🏽Jika urusan telah mencapai puncaknya dan dia tidak bisa mendapatkan lagi satu kemungkinan yang baik sama sekali, hendaknya dia mengatakan bahwa itu ketergelinciran orang yang berakal dan tidak menyakitinya.

💬👈🏼Demikian pula istri, husnuzhan terhadap suaminya dan mengarahkan perkara yang didapatinya dari suami kepada kemungkinan-kemungkinan yang paling baik. Hendaknya masing-masing saling memaafkan kesalahan satu sama lainnya.

👍🏼🌹Inilah salah satu akhlak mulia bagi laki-laki dan perempuan.

✍ Diterjemahkan oleh: Al Ustadz. Abu Hudzaifah Ahmad bin Kadiyat حفظه الله ورعاه.


Dipublikasikan: Sabtu, 3  Jumadil Akhir 1437H || 12 Maret 2016M.

» http://saalikatmanhajsalaf.blogspot.co.id/
» bit.ly/Saalikat_ManhajSalaf

Asbaab Sa'adatil Usrah (Pertemuan ke 13)

📚 Kajian Bahteraku 📚
    [ Pertemuan ke. 13 ]

📖 Dari Kitab:
Asbaab Sa'adatil Usrah.

🎀 AGAR RUMAH TANGGA BAHAGIA 🎀

✒Karya: Fadhilatus Syaikh Sulaiman bin Salimillah Ar Ruhaili hafizhahullah ta'ala
_______________________

6⃣. SEBAB KEENAM: ADIL TERHADAP ANAK

🏡 Di antara sebab kebahagiaan rumah tangga adalah adil terhadap anak-anak dan tidak membedakan mereka dalam muamalah. Adil terhadap mereka dalam masalah pembagian. Adil dalam masalah mengajaknya berbicara. Adil dalam masalah mengajaknya bermain. Adil dalam masalah memberikan pemberian.

👆Yang seperti ini akan menyatukan hati. Jika anak-anak melihat ayahnya adil terhadap mereka, maka hati mereka akan bersatu. Mereka sama-sama menyenangi ayahnya. Sang ayah tertawa bersama si A, tertawa bersama si B, bercakap-cakap dengan si A, berbacap-cakap dengan si B, bermain bersama si A, bermain bersama si B. maka bersatulah hati-hari mereka.

💧Adapun tatkala sang ayah membeda-bedakan anaknya, sungguh artinya dia telah mencerai-beraikan hati mereka.
☝️🏽Oleh sebab itu, wahai saudara-saudaraku! Datang keterangan dalam sebuah hadits bahwa istri Basyir bin Sa’d mengatakan kepada suaminya,

🔖 انْحَلْ ابْنِي غُلَامَكَ وَأَشْهِدْ لِي رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ!

✒️“Berikan pembantu kepada anakku dan mintalah pesaksian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untukku!”

🌹Wanita ini ingin agar anaknya diberi pembantu dan minta untuk dipersaksikan. Siapa yang dimintai persaksian? Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

📝 Nu’man bin Basyir menceritakan, “Beliau pun datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Basyir mengatakan,

🌻“Sesungguhnya putri fulan (salah satu istriku) minta kepadaku agar aku memberikan pembantu kepada anaknya.”

🔍 Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan,

📌 أَلَهُ إِخْوَةٌ؟

🔗 “Apa dia punya saudara?”

🔗 “Ya,” jawab ayahku.

📌أَفَكُلَّهُمْ أَعْطَيْتَ مِثْلَ مَا أَعْطَيْتَه؟

🔗 “Apa semuanya kamu beri seperti yang kamu berikan kepadanya?” tanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

🔗 “Tidak,” jawab ayah.

📌فَلَيْسَ يَصْلُحُ هَذَا، وَإِنِّي لَا أَشْهَدُ إِلَّا عَلَى حَقٍّ.

🔗 “Tidak benar yang seperti itu. Aku tidak akan mempersaksikan sesuatu kecuali kebenaran.”

👍🏻Ini hadits yang hadits yang sangat agung. Basyir radhiallahu 'anhu memberi salah satu anaknya budak (pembantu) dan tidak memberi anak-anaknya yang lain, dan tidak ada di sana sebab yang mengharuskan dia mengkhususkan pemberian tersebut. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan,

📌 فَلَيْسَ يَصْلُحُ هَذَا، وَإِنِّي لَا أَشْهَدُ إِلَّا عَلَى حَقٍّ.

“Tidak benar yang seperti itu. Aku tidak akan mempersaksikan sesuatu kecuali kebenaran.”

📖 Dalam riwayat yang lain disebutkan,

📌 لَا تُشْهِدْنِي عَلَى جَوْرٍ، إِنَّ لِبَنِيكَ عَلَيْكَ حَقًّا، أَنْ تَعْدِلَ بَيْنَهُمْ.

❗️“Janganlah memintaku untuk mempersaksikan ketidak-adilan. Sesungguhnya anak-anakmu memiliki hak darimu, yaitu kamu berbuat adil terhadap mereka.”

☑️ Jadi, adil terhadap anak-anak merupakan sebab yang bisa mendatangkan kebahagiaan rumah tangga.

💐Bersambung Insya Allah...

✍ Diterjemahkan oleh: Al Ustadz. Abu Hudzaifah Ahmad bin Kadiyat حفظه الله ورعاه.


Dipublikasikan: Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1437H || 20 Februari 2016M.

http://saalikatmanhajsalaf.blogspot.co.id/
bit.ly/Saalikat_ManhajSalaf

Asbaab Sa'adatil Usrah (Pertemuan ke 12)

📚 Kajian Bahteraku 📚
     [ Pertemuan ke 12 ]

📖 Dari Kitab:
Asbaab Sa'adatil Usrah

🎀 AGAR RUMAH TANGGA BAHAGIA 🎀

✒Karya: Fadhilatus Syaikh Sulaiman bin Salimillah Ar Ruhaili hafizhahullah ta'ala
_______________________

LANJUTAN...

5⃣. SEBAB KELIMA
PERGAULAN YANG BAIK ANTARA SUAMI ISTRI.

⛅ Sebagian guru kami yang telah lanjut usianya, meluangkan waktu untuk anak-anaknya, sehari dari seminggu.

🚗 Mengajak mereka keluar, bermain, digendong, padahal umurnya lebih dari tujuh puluh tahun. Dia juga bercengkrama dengan istrinya.

💬 Demikian yang diceritakan kepada kami oleh anak-anaknya. Dari mana ajaran itu? Dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

👉🏽👍🏼Yang semisal ini, wahai saudara-saudaraku! Agar tidak menghilangkan keceriaan keluarga. Jika keluarga tahu bahwa lelaki itu atau sang ayah mengkhususkan waktu sehari untuk keluarganya, memasukkan kegembiraan di hati mereka, maka keluarga akan dijumpai hidup bahagia di hari-hari berikutnya yang tersisa dari pekan tersebut dan mereka akan menunggu hari itu.

🌹 Ini termasuk sebab kebahagiaan, meskipun kita banyak melalaikannya.

🌊 Sebagian kita merasa terlalu mulia untuk melakukan yang seperti itu dan mengatakan, “Saya seorang syaikh, saya seorang guru, saya imam masjid, saya…, saya…,

❓Bagaimana mungkin aku mengajak main anak-anakku?!

❓Bagaimana mungkin aku mengajak istriku bermain dan balap lari dengannya?!”

🍏 Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan yang seperti itu. Ini termasuk sebab kebahagiaan.

🔖Dalam masalah ini, wahai saudaraku, tidaklah melihat umur. Sebagian orang, jika kamu sampaikan hal ini, dia akan mengatakan, “Itukan untuk anak muda. Sementara aku sudah beruban, jenggotku telah memutih.”

🍃Subhanallah! Ini Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sudah berusia lanjut. Tidak lalai dari melakukan yang seperti itu. Maka sudah selayaknya, wahai saudara-saudaraku, kita tidak melalaikan yang seperti itu. Suami, istri, dan anak-anak, sangat butuh kebahagiaan keluarga, meskipun telah lanjut usianya. Kebahagian dibutuhkan oleh setiap insan.

🔐Bahkan saya katakan, “Jika seseorang telah lanjut umurnya lebih membutuhkan kebahagiaan.” Ini adalah sebab yang sangat agung.

🌹Dari ‘Aisyah radhiallahu 'anha, beliau berkata menceritakan keadaan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di dalam rumahnya,

كَانَ يَكُونُ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ تَعْنِي خِدْمَةَ أَهْلِهِ فَإِذَا حَضَرَتْ الصَّلَاةُ خَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ.

👉🏽“Ketika di rumah beliau biasa membantu pekerjaan istrinya. Jika hadir waktu shalat, beliau keluar untuk menjalankan shalat.”

🔉Allahu Akbar! Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam jika berada di rumah, biasa membantu pekerjaan istrinya.

👍🏼🌷 Yang seperti itu sangat menggembirakan si istri, ketika si suami mengerjakan urusannya, membantu pekerjaannya, membantunya di dalam rumah.

👆🏻Ini termasuk sebab terbesar yang bisa mendatangkan kebahagiaan rumah tangga.

✏Bersambung Insya Allah...

〰〰〰〰〰〰〰〰
✍ Diterjemahkan oleh: Al Ustadz. Abu Hudzaifah Ahmad bin Kadiyat عفا الله عنه.

📎Dipublikasikan: Sabtu, 20 Rabi'ul Akhir 1437H || 30 Januari 2016M.

http://saalikatmanhajsalaf.blogspot.co.id/
bit.ly/Saalikat_ManhajSalaf.