Tampilkan postingan dengan label akidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akidah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 September 2016

Syarh Ushul As Sittah 3

┏━━━━━━━━━━━━━━━🗒🌷━━┓
  ❝ K.A.J.I.A.N  A.K.I.D.A.H ❞
┗━━🌷🗒━━━━━━━━━━━━━━━┛

Kitab: Syarh Ushul As Sittah.
Karya Syaikhul Islam Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah.

------------------------------------🎀

▪Pertemuan ke 3

Asy Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab رحمه الله berkata:

Termasuk hal yang paling mengagumkan dan bukti terbesar yang menunjukkan atas kekuasaan Sang Penguasa Yang Maha Perkasa adalah Enam Landasan yang telah Allah ta'ala jelaskan dengan penjelasan yang terang dan gamblang bagi masyarakat awam melebihi sangkaan/ perkiraan orang-orang yang menyangka. Akan tetapi setelah ini, ternyata banyak para cendekia alam dan orang-orang yang berakal dari kalangan bani adam salah dalam memahaminya, kecuali hanya segelintir orang.

Asy Syaikh Muhammad Al Utsaimin رحمه الله berkata:

Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahab رحمه الله تعالى memiliki perhatian untuk menyusun risalah-risalah ringkas yang bisa difahami oleh orang-orang awam dan para penuntut ilmu.

Dan termasuk dari risalah-risalah ringkas itu adalah risalah ini, Enam Landasan yang penting, yaitu:

Landasan pertama: Ikhlas dan penjelasan lawannya yaitu syirik.

Landasan kedua: Bersatu didalam agama dan larangan dari berpecah belah.

Landasan ketiga: Mendengar dan taat kepada penguasa.

Landasan keempat: Penjelasan mengenai ilmu dan ulama, fiqih dan fuqaha dan orang-orang yang menyerupakan diri dengan mereka, padahal bukan termasuk mereka.

Landasan kelima: penjelasan tentang siapakah wali-wali Allah.

Landasan keenam: Bantahan terhadap syubhat yang dibuat oleh setan dalam upaya meninggalkan Al-Qur'an dan As-sunnah.

Landasan-landasan ini merupakan landasan-landasan yang penting, yang selayaknya untuk diperhatikan.

Kami meminta pertolongan kepada Allah ta'ala di dalam memberi penjelasan dan catatan-catatan kaki terhadapnya dengan apa yang dimudahkan oleh Allah.

Bersambung Insya Allah...

------------
✍🏻Diterjemahkan oleh Ummu Muhammad 'Aatikah hafizhahallah hafizhahallah, telah dikoreksi oleh Al Ustadzah. Aisyah Ummu Hudzaifah As-Samarindiyyah hafizhahallah.

Dipublikasikan; Selasa, 04 Dzulhijjah 1437 H / 06 September 2016 M​.

Saalikat Manhaj Salaf

» http://saalikatmanhajsalaf.blogspot.co.id/
» bit.ly/Saalikat_ManhajSalaf

This entry was posted in

Syarh Ushul As Sittah 2

┏━━━━━━━━━━━━━━━🗒🌷━━┓
  ❝ K.A.J.I.A.N  A.K.I.D.A.H ❞
┗━━🌷🗒━━━━━━━━━━━━━━━┛

Kitab: Syarh Ushul As Sittah.
Karya Syaikhul Islam Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah.

------------------------------------🎀

▪Pertemuan ke 2
Lanjutan muqaddimah..

Ar Rahman: Salah satu nama dari nama-nama Allah yang khusus untuk Allah dan tidak digunakan untuk menyebut selain Allah.

Dan makna Ar Rahman adalah Dzat yang disifati dengan rahmat yang sangat luas.

Ar Rahim: Salah satu nama yang digunakan untuk menyebut Allah عز وجل dan selain Nya.

Dan maknanya adalah Dzat yang memiliki rahmat yang sampai (kepada tujuannya).

Maka Ar Rahmah adalah dzat yang memiliki rahmat yang luas sedangkan Ar Rahim adalah dzat yang memiliki rahmat yang sampai kepada tujuannya.

Apabila keduanya terkumpul (disebut secara bergandengan) maka arti dari Ar Rahim adalah Dzat yang menyampaikan rahmat Nya kepada siapa saja yang Ia kehendaki dari hamba-hamba Nya,

Sebagaimana Allah تعالى berfirman:

" يعذب من يشاء ويرحم من يشاء وإليه تقلبون."

"Dia mengadzab orang yang Dia kehendaki dan merahmati orang yang Dia kehendaki, dan hanya kepadaNyalah kalian akan dikembalikan". (Q.S. Al Ankabut:21).

Adapun yang dimaksud dengan Ar Rahman (apabila disebut bersama Ar Rahim) adalah Dzat Yang Maha Luas Rahmat Nya.

Bersambung insya Allah...

------------
✍🏻Diterjemahkan oleh Ummu Muhammad 'Aatikah hafizhahallah hafizhahallah, telah dikoreksi oleh Al Ustadzah. Aisyah Ummu Hudzaifah As-Samarindiyyah hafizhahallah.

Dipublikasikan; Senin, 26 Dzulqa'dah 1437 H /29 Agustus 2016 M​.

Saalikat Manhaj Salaf

» http://saalikatmanhajsalaf.blogspot.co.id/
» bit.ly/Saalikat_ManhajSalaf

This entry was posted in

Syarh Ushul As Sittah 1

┏━━━━━━━━━━━━━━━🗒🌷━━┓
     ❝ K.A.J.I.A.N  A.K.I.D.A.H ❞
┗━━🌷🗒━━━━━━━━━━━━━━━┛

Kitab: Syarh Ushul As Sittah.
Karya Syaikhul Islam Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah.

------------------------------------🎀

Berkata penulis (Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahab رحمه الله) :

بسم الله الرحمن الرحيم

Asy Syaikh Muhammad Shalih Al Utsaimin رحمه الله berkata:

Penulis رحمه الله تعالى memulai tulisan beliau dengan basmalah dalam rangka mencontoh kitabullah عز وجل (Al Qur'an), karena Al Qur'an dimulai dengan basmalah. Dan dalam rangka mencontoh Rasulullah صلى الله عليه وسلم karena beliau memulai perjanjian-perjanjian dan surat-surat beliau dengan basmalah.

Jar (huruf ba' yang dikasrah pada بسم)  dan majrur (kata yang terletak setelah huruf ba', yaitu اسم/ismi) muta'aliq (berkaitan) dengan satu kata kerja yang dihilangkan yang diletakkan di akhir dan disesuaikan dengan situasi.

Disini kata kerja tersebut ditentukan dengan:

Bismillah aktubu ( dengan menyebut nama Allah aku akan menulis ).

Kita tentukan kata yang dihilangkan adalah fi'il/kata kerja, karena asal dari amalan adalah pekerjaan. Dan kita tentukan kata yang dihilangkan tersebut diakhirkan, karena mengandung dua faedah.   

Yang pertama:​ Dalam rangka bertabaruk ( mengharap barakah)  dengan menyebut nama Allah.

Yang kedua: Memberi faedah pembatasan (hanya mengharap pertolongan dari Allah), karena mendahulukan "yang dikaitkan dengannya" ( yaitu kata: bismillah) memberikan faedah pembatasan.

Dan kita tentukan bahwa kata kerja yang dihilangkan adalah kata kerja yang sesuai, karena hal tersebut lebih menunjukkan kepada apa yang dimaukan.

Misal: tatkala kita hendak membaca sebuah kitab, kita mengatakan: "Dengan menyebut nama Allah kami memulai". Maka tidak diketahui kita memulai untuk apa.

Akan tetapi apabila kita katakan: "Dengan menyebut nama Allah kami akan membaca", hal tersebut lebih bisa menunjukkan kepada suatu pekerjaan yang dimaukan.

Lafdzul jalalah (الله ) adalah nama bagi Al Bari (Yang Maha Mencipta) جلا وعلا. Dan nama ini (الله)  adalah nama yang diikuti oleh seluruh nama-nama Allah yang lain, hingga dalam firman Allah تعالى: 

الٓر. كتــٰب أنزلنـٰه إليك لتخرج ٱلناس من الظّلمــٰت إلى ٱلنّور بإذن ربّهم إلىٰ صراط ٱلعزيز ٱلحميد ٠ ٱللّٰه ٱلذى له ما فى ٱلأرض...  (سورة ابراهيم : ١)

Artinya; " Alif laam raa, (Ini adalah) kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Rabb mereka (yaitu) menuju jalan Rabb Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. Allah yang memiliki segala apa yang di langit dan di bumi". (Q.S Ibrahim ayat 1 & 2) .

(dalam ayat ini) kita tidak mengatakan bahwa lafdzul jalalah (الله) adalah sifat, akan tetapi kita katakan lafdzul jalalah disini adalah 'athfu bayan, agar lafdzul jalalah tidak menjadi (taabi') pengikut kata sebelumnya sebagaimana na'at /sifat mengikuti man'ut/yang disifati.

Oleh karena itu, ulama mengatakan bahwa kata ma'rifah (kata yang menunjukkan suatu tertentu) yang paling ma'rifah adalah lafdzul jalalah. Karena kata ini tidak menunjukkan kepada sesuatu kecuali Allah عز وجل.
Wallahu A'lam.

Bersambung insya Allah....

_____________
🏷Catatan: Kami sampaikan bahwasanya pada muqaddimah kitab sedikit dijelaskan tentang faidah dari penulisan (بسم الله الرحمن الرحيم ) sehingga bagi antunna yang belum pernah belajar ilmu nahwu akan sedikit sulit memahaminya, namun kepada member/pembaca artikel dars ini untuk tidak berkecil hati dari menyimak penjelasan selanjutnya. Tetap semangat!

------------
✍🏻Diterjemahkan oleh Ummu Muhammad 'Aatikah hafizhahallah , telah dikoreksi oleh Al Ustadzah Aisyah Ummu Hudzaifah As-Samarindiyyah hafizhahallah.

Dipublikasikan; Senin, 19 Dzulqa'dah 1437 H /22 Agustus 2016 M​

​Saalikat Manhaj Salaf

» http://saalikatmanhajsalaf.blogspot.co.id/
» bit.ly/Saalikat_ManhajSalaf

This entry was posted in

Selasa, 09 Agustus 2016

Pertemuan ke 23

┏━━━━━━━━━━━━━━━🗒🌷━━┓
     ❝ K.A.J.I.A.N  A.K.I.D.A.H ❞
┗━━🌷🗒━━━━━━━━━━━━━━━┛

Kitab: Syarh Al-Qawaidul Arba'.

Karya Syaikhul Islam Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah.

Pensyarah: Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah al-Fauzan hafizhahullah.

                       بسم اللــــــه الرحمـن الرحـــيم

Lanjutan Syarh:

Adapun orang-orang musyrik jaman ini yang kesyirikan terjadi pada mereka, yaitu dari kalangan umat nabi Muhammad, mereka selalu berbuat syirik di waktu lapang dan diwaktu susah, mereka tidak mengikhlaskan ibadah hanya untuk Allah walaupun ketika susah. Bahkan ketika suatu perkara semakin berat bagi mereka, maka akan semakin berat pula kesyirikan mereka dan akan (semakin keras teriakan mereka) menyeru/memanggil Hasan, Husain, Abdul Qadir, Ar-Rifaa'iy, dll.

Ini adalah perkara yang telah ma'ruf (banyak orang yang mengetahui).

Dan disebutkan banyak keanehan-keanehan tentang mereka ketika di lautan.

Sesungguhnya apabila suatu perkara menjadi berat bagi mereka, maka mereka akan berteriak menyeru nama-nama para wali dan orang shalih, mereka meminta tolong kepada selain Allah, karena penyeru-penyeru kebatilan dan kesesatan mengatakan pada mereka : "kami akan menyelamatkan kalian di lautan apabila sesuatu menimpa kalian, maka panggillah nama-nama kami niscaya kamu akan menyelamatkan kalian."

Sebagaimana diriwayatkan dari syaikh-syaikh thariqah sufiyyah. Bacalah-jika kalian mau- طبقات الشعراني, di dalamnya terdapat sesuatu yang membuat kulit-kulit merinding dari apa-apa yang mereka namakan dengan karamah para wali. Bahwa mereka mampu menyelamatkan di tengah lautan, dan bahwa dia mengulurkan tangannya di laut, membawa seluruh penumpang dan mengeluarkan mereka menuju ke daratan dalam keadaan lengan-lengan pakaiannya (tetap kering) dan tidak basah, dst dari kedustaan dan khurafaat mereka.

Maka kesyirikan mereka itu terus menerus ketika lapang juga susah, sehingga mereka lebih parah daripada orsng-orang musyrik jaman dahulu.

Dan juga -sebagaimana yang Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab katakan dalam kitab "Kasyfu Syubhat"- :

Dari sisi lain, sesungguhnya orang-orang musyrik jaman dahulu beribadah kepada makhluq yang shalih dari kalangan malaikat, nabi, dan wali. Adapun orang-orang musyrik jaman sekarang beribadah kepada makhluq dari kalangan manusia yang paling keji, dalam keadaan mereka mengetahui akan hal itu. Orang-orang yang mereka sebut dengan (qutub-qutub) pemimpin atau (ghauts) penolong, mereka tidak mengerjakan shalat, tidak menunaikan puasa, tidak menjauhkan diri dari perbuatan zina, homoseks, dan perbuatan keji, karena mereka menganggap tidak ada beban syariat atas mereka sehingga tidak berlaku atas mereka hukum haram dan hukum halal, hukum ini hanya berlaku untuk orang awam saja.

Mereka tahu bahwa pemimpin mereka tidak shalat, tidak puasa, dan tidak menjauhi perbuatan keji, namun bersamaan dengan itu mereka mengibadahinya.

Bahkan mereka beribadah kepada manusia paling fajir seperti; Al-Hallaj, Ibnu 'Arabiy, Ar-Rifaiy, Al-Badawy, dll.

Dan Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab telah menyebutkan dalil bahwa orang-orang musyrik jaman sekarang lebih parah kesyirikannya daripada orang-orang musyrik jaman dahulu karena orang-orang musyrik jaman dahulu mengikhlaskan ibadah ketika susah dan berbuat syirik ketika lapang.

Yaitu firman Allah Ta'ala:

{فإذا ركبوا فى الفلك دعوا الله مخلصين له الدين} العنكبوت: ٦٥

"dan apabila mereka naik kapal mereka berdoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya." (Q.S Al-Ankabut:65)

                     
Semoga shalawat dan salam tercurah untuk nabi kita Muhammad, keluarga, dan seluruh shahabat beliau.

        
                                      ***

Walhamdulillahi rabbil 'alamin, dengan pertolongan dari Allah telah selesai kitab Al-Qawaidul Arba'.

Saya memohon ampun dan bertaubat kepada Allah jika disana didapati banyak kesalahan dalam penerjemahan.

__________________
✍🏻Diterjemahkan oleh Ummu Rumman Qonitah Al Windaniyyah, telah dikoreksi oleh Al-Ustadzah 'Aisyah Ummu Hudzaifah As-Samarindiyyah hafizhahumallah.

Dipublikasikan: Selasa, 6 Dzulqa'dah 1437H/ 9 Agustus 2016.

Saalikat Manhaj Salaf

» http://saalikatmanhajsalaf.blogspot.co.id/
» bit.ly/Saalikat_ManhajSalaf

This entry was posted in

Selasa, 02 Agustus 2016

Pertemuan ke 22

┏━━━━━━━━━━━━━━━🗒🌷━━┓
     ❝ K.A.J.I.A.N  A.K.I.D.A.H ❞
┗━━🌷🗒━━━━━━━━━━━━━━━┛

Kitab: Syarh Al-Qawaidul Arba'.
Karya Syaikhul Islam Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah.
Pensyarah: Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah al-Fauzan hafizhahullah.

                       بسم اللــــــه الرحمـن الرحـــيم

Matan:

القاعدة الرابعة: أَنَّ مُشْرِكِي زَمَانِنَا أَغْلَظَ شِركًا مِنَ الأَوَّلِينَ؛ لِأَنَّ اْلأَوَّلِيْنَ يُشْرِكِونَ فِى الرَّخَاءِ وَيَخْلِصُونَ فِى الشِّدَةِ، ومُشرِكُوْ زَمَانِنَا شِركُهُم دَائِمٌ فِى الرَّخَاءِ وَ الشِّدَّةِ!!

وَالَّدلِيْلُ قَوْلُهُ تَعَالَى: {فَإذَا رَكِبُوا فِى الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّــاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ} العنكبوت: ٦٥

4. Qaidah keempat:

Sesungguhnya orang-orang musyik pada jaman kita lebih parah kesyirikannya daripada orang-orang musyrik jaman dahulu (jaman Nabi shallallahu 'alaihi wasallam), karena orang-orang musyrik jaman dahulu berbuat syirik ketika dalam keadaan lapang dan mengikhlaskan ibadah ketika dalam keadaan susah. Adapun orang-orang musyrik pada jaman kita selalu berbuat syirik baik dalam keadaan lapang atau susah.

Dalilnya firman Allah Ta'ala:

{فَإذَا رَكِبُوا فِى الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّــاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ} العنكبوت: ٦٥

"dan apabila mereka naik kapal mereka berdoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat , tiba-tiba mereka kembali (mempersekutukan Allah)." (Q.S Al 'Ankabuut:65)

Syarh:
----------

4. Qaidah keempat (yang terakhir):

Sesungguhnya orang-orang musyrik pada jaman kita lebih besar kesyirikannya daripada orang-orang musyrik jaman dahulu yang Rasulullah diutus kepada mereka.

Sebabnya sangat jelas:

Sesungguhnya Allah mengabarkan bahwa orang-orang musyrik jaman dahulu mengikhlaskan ibadah ketika suatu perkara menjadi berat bagi mereka, mereka tidak berdo'a kepada selain Allah karena mereka tahu bahwa tidak ada yang bisa menyelamatkan dari kesulitan-kesulitan kecuali Allah,

Sebagaimana Allah berfirman:

{وإذا مسكم الضر فى البحر ضل من تدعون إلا إياه° فلما نجاكم إلى البر أعرضتم° وكان الإنسان كفورا•} الإسراء:٦٧

"Dan Apabila kamu ditimpa bahaya di lautan niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia. maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia adalah selalu tidak berterimakasih." (Q.S Al-Israa:67)

Pada ayat lain:

{وإذا غشيهم موج كالظلل دعوا الله مخلصين له الدين...

"Dan apabila mereka dilamun ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepad-Nya..."

Yakni mereka ikhlas dalam berdo'a.

فلما نجاهم إلى البر فمنهم مقتصد} لقمان:٣٢

"maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke daratan, lalu sebagian mereka menempuh jalan yang lurus..."(Q.S Luqman:32)

Pada ayat lain:

{فلما نجاهم إلى البر إذا هم يشركون} العنكبوت:٦٥

"...Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat , tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan Allah." (Q.S Al-'Ankabuut:65)

Maka orang-orang musyrik jaman dahulu berbuat syirik ketika dalam keadaan lapang, mereka akan berdo'a pada patung, bebatuan, dan pepohonan. Adapun ketika ditimpa kesulitan atau berada di tepi kebinasaan, maka mereka tidak akan berdo'a kepada patung, pohon, batu, atau siapapun dari makhluq, mereka hanya berdo'a kepada Allah semata.

Apabila tidak ada yang bisa melepaskan kesulitan-kesulitan kecuali Allah, maka bagaimana bisa selain Allah diseru ketika dalam keadaan lapang.

Bersambung in syaa Allah...

✍🏻Diterjemahkan oleh Ummu Rumman Qonitah Al Windaniyyah, telah dikoreksi oleh Al-Ustadzah 'Aisyah Ummu Hudzaifah As-Samarindiyyah hafizhahumallah.

Dipublikasikan: Senin, 27 Syawwal 1437H/ 1 Agustus 2016.

Saalikat Manhaj Salaf

» http://saalikatmanhajsalaf.blogspot.co.id/
» bit.ly/Saalikat_ManhajSalaf

This entry was posted in

Selasa, 26 Juli 2016

Pertemuan ke 21

┏━━━━━━━━━━━━━━━🗒🌷━━┓
     ❝ K.A.J.I.A.N  A.K.I.D.A.H ❞
┗━━🌷🗒━━━━━━━━━━━━━━━┛

Kitab: Syarh Al-Qawaidul Arba'.

Karya Syaikhul Islam Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah.

Pensyarah: Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah al-Fauzan hafizhahullah.

                       بسم اللــــــه الرحمـن الرحـــيم

Lanjutan Syarh:
------------------------------

✔Syahid (inti) dari hadits pada pertemuan sebelumnya adalah di sana ada diantara kaum musyrikin yang menyembah pepohonan, karena kaum musyrikin membuat dzatu anwath dan shahabat yang belum kokoh ilmu di hatinya mencoba untuk menyerupai perbuatan mereka seandainya Allah tidak menjaga mereka melalui Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Intinya : bahwasanya di sana ada orang bertabarruk (meminta berkah) kepada pepohonan dan beriktikaf (semedi) di sisinya.

�Makna i'tikaf adalah menetap disisinya dalam jangka waktu tertentu dalam rangka mendekatkan diri kepadanya. Maka i'tikaf  adalah diam menetap pada suatu tempat.

Maka hal ini menunjukkan beberapa perkara yang besar:

Perkara Pertama:

Bahayanya kejahilan tentang perkara tauhid. Barang siapa yang jahil terhadap perkara tauhid, maka sangat mungkin baginya terjatuh pada perbuatan syirik dalam keadaan ia tidak tahu.

Dari sini wajib untuk mempelajari tauhid dan lawannya yaitu syirik sampai seorang manusia itu berjalan di atas ilmu sehingga kesyirikan tidak datang kepadanya karena kejahilannya. Terlebih apabila dia melihat orang yang berbuat syririk, dia tidak akan menyangka perbuatan itu benar lantaran karena kejahilannya.
Maka pada hadits tersebut terdapat faedah tentang bahayanya kejahilan terlebih dalam perkara aqidah

Perkara Kedua:

Bahayanya tasyabbuh terhadap orang-orang musyrik, karena akan mengantarkan pada kesyirikan, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

((من تشبه بقوم فهو منهم))

"Barang siapa yang bertasyabbuh terhadap suatu kaum,maka dia termasuk dari mereka."

Sehingga tidak boleh bertasyabbuh terhadap orang-orang musyrik.

Perkara Ketiga:

Bahwasanya tabarruk kepada bebatuan pepohonan dan bangunan adalah kesyirikan walaupun dinamai dengan nama yang lain, karena meminta barakah kepada selain Allah  baik itu bebatuan, pepohonan, kuburan, atau bangunan yang berada di atas kubur adalah kesyirikan walaupun  dinamai dengan selain nama syirik.

Wallahu A'lam.
Bersambung Insya Allah...

Diterjemahkan oleh: Ummu Rumman Qonitah Al Windaniyyah, telah dikoreksi oleh Al-Ustadzah 'Aisyah Ummu Hudzaifah As-Samarindiyyah hafizhahumallah.

Dipublikasikan: 20 Syawwal 1437H/ 25 Juli 2016.

Saalikat Manhaj Salaf

» http://saalikatmanhajsalaf.blogspot.co.id/
» bit.ly/Saalikat_ManhajSalaf

This entry was posted in

Pertemuan ke 20

╔═ ❁📖❁ ═══════════╗
      ❝ KAJIAN   AKIDAH ❞
╚══════ ❁📖❁ ══════╝

Kitab: Syarh Al-Qawaidul Arba'.

Karya Syaikhul Islam Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah.

Pensyarah: Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah al-Fauzan hafizhahullah.

                       بسم اللــــــه الرحمـن الرحـــيم

MATAN :

وَ حَدِيْثُ أَبِي وَاقِدِ اللَّيْثِّيِّ رَضِيَ اللّٰه عَنهُ قَالَ:

(( خَرَجْنَا مَعَ النَّبِي صَلَّى اللّٰه عَلَيْهِ وَسَلَّم إِلَىٰ حُنَيْنٍ وَنَحْنُ حُدَثاَءُ عَهْدٍ بِكُفْرٍ، وَ لِلْمُشْرِكِينَ سِدْرَةٌ يَعْكُفُونَ عِنْدَهَا وَيَنُوطُوْنَ بِهَا أَسْلِحَتَهُمْ، يُقَالَ لَهَا : ذَاتُ أَنْوَاطٍ، فَمَرَرنَا بِسِدْرَةٍ ، فَقُلْنَا : يَارَسُوْلُ اللّٰه اِجْعَلُ لَنَا ذَاتَ أَنوَاطٍ كَمَا لَهُمْ ذَاتُ أَنوَاطٍ.)) الحديث.

(Dalil lain bahwa di sana ada dari kaum musyrikin yang menyembah pepohonan adalah)

Hadits Abu Waqid Al-Laitsy -radhiyallahu 'anhu-, beliau berkata: "Kami pernah keluar bersama Nabi shallallahu alaihi wasallam menuju Hunain (ketika itu kami baru saja keluar dari kekafiran). Kaum musyrikin memiliki sebuah pohon sidr (pohon bidara) yang mereka melakukan i'tikaf padanya dan mengantungkan senjata-senjata mereka, mereka menyebutnya "Dzatu Anwath". Maka ketika kami melewati sebuah pohon sidr, kami berkata: "Wahai Rasulullah, jadikanlah untuk kami sebuah Dzatu Anwath sebagaimana mereka (kaum musyrikin) juga memiliki dzatu anwath" .....sampai akhir hadits"

••━══━━═🍃🌻🍃═━━══━••

                 SYARH:

Abu Waqid Al-Laitsy termasuk shahabat yang masuk islam pada tahun penaklukan Makkah (8 Hijriah).

(يقال لها : ذات أنواط)

Kata أنواط adalah bentuk jama' dari نوط : gantungan, yaitu yang memiliki gantungan-gantungan.

Kaum musyrikin menggantungkan senjata-senjata mereka dengan tujuan mengharap barakah darinya.

Sebagian shahabat yang baru saja memeluk islam dan belum mengerti tauhid secara sempurna berkata : "Jadikanlah untuk kami dzatu anwath sebagaimana mereka (kaum musyrikin) punya dzatu anwath." Ini adalah musibah/bencana dari taqlid (ikut-ikutan) dan tasyabbuh (menyerupai), dan ini adalah di antara musibah yang paling besar.

Seketika itu Nabi terkejut dan berkata:

((الله أكبر ! الله أكبر ! الله أكبر ! )).

Dan adalah Nabi -shalallahu 'alaihi wasallam- apabila terkejut atau mengingkari suatu hal, maka beliau bertakbir atau mengucapkan (سبحان الله) dan mengulang-ulangnya.

((إنها السنن))

Yaitu jalan-jalan yang akan ditempuh oleh manusia dan sebagian mereka akan mengikuti jejak sebagian yang lain. Sebab yang membawa kalian pada hal tersebut adalah sunnah-sunnah (jalan-jalan) para pendahulu dan tasyabbuh dengan kaum musyrikin.

((قلتم -والذي نفسي بيده- كما قالت بنو إسرائيل لموسى: {اجعل لنا إلـها كما لهم ءالهة قال إنكم قوم تجهلون} الأعراف:١٣٨ ))

" Demi yang jiwaku ada ditangan-Nya, kalian berkata sebagaimana bani israil berkata kepada Musa : Buatkanlah untuk kami sesembahan (selain Allah) sebagaimana mereka punya sesembahan-sembahan".{Al-A'raf-138}

Nabi Musa alaihissalam setelah menyebrangi laut bersama bani israil dan Allah telah menenggelamkan musuh mereka dalam keadaan mereka menyaksikan, kemudian mereka melewati sekelompok manusia yang sedang thawaf (mengelilingi) patung mereka.

Maka mereka (sebagian bani israil) berkata kepada Nabi Musa:

{اجعل لنا إلـها كما لهم ءالهة}

"Buatkanlah untuk kami sesembahan (selain Allah) sebagaimana mereka memiliki sesembahan-sesembahan."

Maka Nabi Musa mengingkari mereka dan berkata:

{إن هؤلاء متبر ما هم فيه}

"Sesungguhnya mereka itu akan dihancurkan kepercayaan yang di anutnya".

Yakni sia-sia.

{وباطل ما كانوا يعملون}

Dan akan sia-sia apa yang telah mereka kerjakan.

karena itu Kesyirikan,

{قال أغير الله أبغيكم إلـها وهو فضلكم على العالمين} الأعراف: ١٣٩-١٤٠

"Musa menjawab: "patutkah aku mencari Tuhan untuk kamu yang selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah melebihkan kamu atas segala umat." {Al-A'raf 139-140}

Nabi Musa mengingkari permintaan mereka sebagaimana juga Nabi kita Muhammad mengingkari permintaan sebagian shahabat yang baru masuk islam, namun bani israil dan juga sebagian shahabat tersebut tidak berbuat syirik.

Ketika bani israil berkata seperti itu tidak dihukumi musyrik karena mereka tidak jadi melakukan, demikian pula sebagian shahabat tersebut. Seandainya mereka benar-benar membuat dzatu anwath, maka mereka berbuat syirik, akan tetapi Allah menjaga mereka. Ketika Nabi mereka melarang, maka mereka berhenti.

Mereka berkata seperti itu karena jahil (belum tahu), mereka tidak mengatakannya dengan sengaja. Ketika mereka telah mengetahui bahwa perbuatan seperti itu syirik, merekapun berhenti dan tidak malakukannya. Seandainya melakukannya, maka mereka berbuat syirik kepada Allah.

Bersambung insya Allah...

Diterjemahkan oleh Ummu Bakr Qonitah Al Windaniyyah. Telah dikoreksi oleh Al-Ustadzah 'Aisyah Ummu Hudzaifah As-Samarindiyyah حفظهما الله.

●Dipublikasikan: Selasa, 14 Syawwal 1437H/19 Juli 2016.

Saalikat Manhaj Salaf

» http://saalikatmanhajsalaf.blogspot.co.id/
» bit.ly/Saalikat_ManhajSalaf

This entry was posted in

Selasa, 12 Juli 2016

Ahli Bid'ah !

Al Fudhail bin Iyadh rahimahullaah berkata:

"Barangsiapa yang mengagungkan ahli bid'ah maka sungguh ia telah menolongnya untuk menghancurkan islam,

Barangsiapa yang tersenyum kepada ahli bid'ah maka sungguh ia telah meremehkan wahyu yang telah Allah turunkan kepada Muhammad shallallaahu 'alaihi wasallam,

Barangsiapa yang menikahkan putrinya dengan mereka, maka sungguh ia telah memutus tali kekerabatan dari putrinya, dan barangsiapa yang mengikuti jenazah ahli bid'ah maka sungguh dia senantiasa dalam murka Allah sampai dia kembali."

(Syarhu As Sunnah Milik Al Barbahari:139)

Diterjemahkan oleh: Umm Abdirrahman Fathimah, Telah dikoreksi oleh: Al Ustadz. Abu 'Amr As Sidawy عفا الله عنهما.

Sumber:Majmu'ah Ma'an 'Alaa Al Jaadah 

▪قال الفضيل بن عياض رحمه الله :

《 من عظم صاحب بدعة فقد أعان على هدم الاسلام ومن تبسم في وجه مبتدع فقد أستخف بما أنزل الله عز وجل على محمد صلى الله عليه وسلم ومن زوج كريمته من مبتدع فقد قطع رحمها ومن تبع جنازة مبتدع لم يزل في سخط الله حتى يرجع 》.

📝(شرح السنة للبربهاري 139).

Post;Rabu, 24 Rabi'ul Akhir 1437H || 03 Februari 2016.

http://saalikatmanhajsalaf.blogspot.co.id/
bit.ly/Saalikat_ManhajSalaf

Saalikat Manhaj Salaf

This entry was posted in

Minggu, 26 Juni 2016

Kejelekan-kejelekan nasyid

Kejelekan-kejelekan nasyid :

✒Disampaikan oleh : Syaikh Zaid bin Muhammad Al Madkhaly.

✔1. Penyebab terlantarnya kebanyakan pemuda dan pemudi karena mereka dijadikan penyanyi-penyanyi nasyid.

✔2. Menyerupai kelompok sesat shufiyyah yang suka melantunkan nasyid secara berjama'ah.

✔3. Mengganti Al Qur'an yang jelas dan As Sunnah yang sahih dengan lantunan nasyid.

✔4. Bid'ah penamaan sya'ir-sya'ir yang dilagukan berlebihan sebagai : islam.

✔5. Bid'ah sebagian laki-laki dan wanita pelantun nasyid yang meniru lagu lagu kaum fasik, kemudian dilantunkan dengan bentuk nasyid dengan makna dan irama yang sama.

✔6. Menyebabkan nasyid-nasyid yang dilagukan dengan irama lagu-lagu, diatas namakan islam.

📖(Al Ajwibah Al Atsariyyah An Al Masaa'il Al Manhajiyyah 14-43).

                          ***

🔖 مفاسد الأناشيد 🔖

🌹 للعلامة زيد بن محمد المدخلي 🌹

1⃣ التسبب في تضييع جزء كبير من الشباب ذكوراً وإناثاً في إعدادهم ليصبحوا ويمسوا منشدين .

2⃣ التشبه بالصوفية الضالة في إنشادهم الجماعي .

3⃣ استبدال محكمات القرآن وصحيح السنة بالأناشيد .

4⃣ بدعة التسمية للأشعار الملحنة بالتلحين الهابط :إسلامية .

5⃣ بدعة محاكاة بعض المنشدين والمنشدات لأغاني الفاسقين والفاسقات بأناشيد على نفس المعاني والنغمات .

6⃣ أنه يترتب على تسمية الأناشيد الملحنة بألحان الأغاني إسلامية .

📓 الأجوبة الأثرية عن المسائل المنهجية (٤١ - ٤٣).

✍ Diterjemahkan oleh: Al Ustadz. Abu 'Amr As Sidawiy عفا الله عنه.

📥Faidah kiriman dari Al Ustadzah Umm Ishaq Al Bantuliyyah عفا الله عنها, yang diambil dari:
🇸🇦مجموعة صوتيات و مرئيات سلفية

Dipublikasikan:
Ahad, 03 Shafar 1437H|| 15 November 2015.

🌸🍂سالكات منهج السلف🍂🌸

📟https://telegram.me/Saalikat_ManhajSalaf
🌍 http://saalikatmanhajsalaf.blogspot.co.id/

This entry was posted in

Nasyid-Nasyid Islam

Nasyid-Nasyid Islam

Berkata Syaikh Shalih Al Fauzan dalam kitabnya " Al Khuthab Al Minbariyyah juz 3, hal. 184, 185 cet.tahun 1411 H :

" Yang harus diperhatikan:

maraknya dikalangan pemuda-pemuda beragama, kaset-kaset rekaman nasyid dengan lantunan secara bersamaan, yang mereka sebut (nasyid-nasyid islam), ini termasuk jenis lagu.

Bahkan terkadang dilantunkan oleh wanita yang membawa fitnah. Dan dijual bebas di pameran-pameran tasjilat, bahkan digabungkan dengan kaset-kaset murattal dan kajian-kajian islam.

Kita tidak dianjurkan untuk melantunkan nasyid, kita dianjurkan untuk dzikir mengingat Allah, membaca Al Qur'an, dan mempelajari ilmu yang manfaat.

Adapun nasyid, maka hal itu adalah ajaran kelompok bid'ah shufiyyah, yang suka menelantarkan dan mempermainkan agama.

Menganggap nasyid termasuk ajaran agama adalah bentuk menyerupai umat nasrani, yang menjadikan agama dengan menyanyi bersama dan musik-musik.

Maka wajib menjauhi nasyid-nasyid ini, tidak menjual dan mempublikasikannya, ditambah lagi efek-efek yang timbul dari nasyid-nasyid tersebut, yaitu tersulutnya fitnah berupa tindakan-tindakan arogan dan perpecahan kaum muslimiin. Mungkin orang-orang yang suka mempromosikan nasyid-nasyid berdalil:

bahwa Nabi sallallahu alaihi wa sallam dilantunkan sya'ir disamping Beliau, Beliau bahkan mendengarkannya dan mendekatkannya.

Jawabannya adalah : sya'ir-sya'ir yang disenandungkan disamping Nabi sallallahu alaihi wa sallam tidak dilantunkan secara berjama'ah disertai dengan irama lagu. Dan tidak disebut sebagai nasyid-nasyid islam, tapi disebut dengan sya'ir-sya'ir Arab yang mengandung hikmah dan permisalan-permisalan, serta anjuran untuk berani dan mulia.

Para sahabat, mereka membaca sya'ir sendiri-sendiri, karena makna yang terkandung didalamnya. Mereka juga melafadzkannya ketika letih bekerja keras seperti membangun bangunan, safar diwaktu malam.
Hal ini menunjukkan bolehnya melantunkan jenis sya'ir ini pada kondisi kondisi tertentu, dan tidak menjadikannya sebagai ajang pendidikan dan dakwah sebagaimana hal itu terjadi sekarang, dimana murid-murid diajari nasyid dan menyebutnya dengan "nasyid-nasyid islam", " nasyid-nasyid religi ".

Hal ini adalah bid'ah dalam agama, termasuk ajaran kelompok bid'ah Shufiyah, mereka adalah kelompok yang dikenal suka menjadikan nasyid sebagai agama.

Maka wajib untuk waspada dengan penyusupan ini, dan melarang peredaran kaset-kaset nasyid, karena kejelekan bermula sedikit demi sedikit, kemudian bisa membesar dan berkembang apabila tidak segara dipangkas diawal munculnya.

Kitab Al Ajwibah Al Mufiidah 'an Asilatil Manaahij Al Jadiidah hal. 21,22.

                           ***

⚡الأناشيد الإسلامية⚡

قال الشيخ صالح الفوزان في كتابه "الخطب المنبرية" (3/184-185)(ط1411ه)،مانصه:

🌀"ومما ينبغي التنبيه عليه : ماكثر تداوله بين الشباب المتدينين من أشرطة مسجل عليها أناشيد بأصوات جماعية يسمونها :(الأناشيد الإسلامية ) وهي نوع من الأغاني ، ؟ربما تكون بأصوات فاتنة، وتباع في معارض التسجيلات مع أشرطة تسجيل القرآن الكريم ،و المحاضرات الدينية .

🌀 لا يشرع لنا الأناشيد ، وإنما شرع لنا ذكر الله،وتلاوة القرآن ، وتعلم العلم النافع

💥أما الأناشيد فهي من دين الصوفية المبتدعة ، الذين اتخذوا دينهم لهوا و لعبا ، واتخاذ الأناشيد من الدين فيه تشبه بالنصارى ، الذين جعلوا دينهم بالترانيم الجماعية و النغمات المطربة .

💥فالواجب الحذر من هذه الأناشيد ،ومنع بيعها و تداولها ،علاوة على ما قد تشتمل عليه هذه الاناشيدمن تهييج الفتنة بالحماس المتهور ، و التحريش بين المسلمين .

و قد استدل من يروج هذه الاناشيد : بأن النبي صلى الله عليه وسلم كانت تنشد عنده الأشعار ، ويستمع إليها ،ويقربها .

و الجواب عن ذلك : أن الأشعار التي كانت تنشد عند رسول الله صلى الله عليه وسلم ليست تنشد بأصوات جماعية على شكل اغان ، و لاتسمى "أناشيد إسلامية " وإنما هي أشعار عربية تشتمل على الحكم و الأمثال ،ووصف الشجاعة و الكرم، و كان الصحابة ينشدونها أفرادا ؛ لأجل مافيها من هذه المعاني ، وينشدون بعض الأشعار وقت العمل المتعب كالبناء ، و السير في الليل في السفر ، فيدل هذا على إباحة هذا النوع من الإنشاد في مثل هذه الحالات خاصة ، لا على أن يتخذ فنا من فنون التربية و الدعوة ، كما هو الواقع الآن ؛ حيث

يلقن الطلاب هذه الأناشيد و يقال عنها :"أناشيد إسلامية" ، "أناشيد دينية"

💥وهذا ابتداع في الدين ، وهو من دين الصوفية المبتدعة ؛ فهم الذين عرف عنهم اتخاذ الأناشيد دينا.

💥فالواجب التنبه لهذه الدسائس ،و منع بيع هذه الأشرطة ؛ لأن الشر يبدأ يسيرا ، ثم يتطور و يكثر إذا لم يبادر بإزالته عند حدوثه "

📚كتاب الأجوبة المفيدة عن أسئلة المناهج الجديدة  صفحة (21-22).

✍ Diterjemahkan oleh: Al Ustadz. Abu 'Amr As Sidawiy عفا الله عنه.

Faidah kiriman dari Al Ustadzah Umm Ishaq Al Bantuliyyah عفا الله عنها, yang diambil dari:
مجموعة صوتيات و مرئيات سلفية

Dipublikasikan:
Ahad, 03 Shafar 1437H|| 15 November 2015.

🌸🍂سالكات منهج السلف🍂🌸

📟https://telegram.me/Saalikat_ManhajSalaf
🌍 http://saalikatmanhajsalaf.blogspot.co.id/

This entry was posted in

Rangkaian cara mematahkan pemikiran kelompok Ikhwanul Muslimiin dalam masyarakat kita

Rangkaian cara mematahkan pemikiran kelompok Ikhwanul Muslimiin dalam masyarakat kita :

🌻1. Memohon bantuan serta berdoa kepada Allah agar memberi mereka hidayah atau menahan gangguan dan melemahkan kekuatan mereka.

🌻2. Menjalin hubungan yang baik dengan pemerintah kaum muslimin dan terus bersatu, serta menganjurkan umat islam untuk menjalin hubungan yang baik dengan penguasa mereka.

🌻3. Menyuarakan perinsip mendengar dan taat terhadap penguasa kaum muslimin dengan cara yang baik disertai dengan dalil dalil syariat dan rasio.

🌻4. Menyebarkan komentar para sahabat dalam perinsip mendengar dan taat terhadap penguasa kaum muslimin dengan cara yang baik.

🌻5. Menyebarkan kaedah-kaedah syariat dalam mematahkan perinsip kudeta, serta mengaplikasikannya untuk mematahkan revolusi dan demonstrasi ikhwaanul Muslimin.

🌻6. Mengenalkan kepada ummat akan adanya hikmah dan kebaikan dunia dan agama dalam keberadaan penguasa.

🌻7. Mengenalkan kepada ummat akan kerusakan yang timbul dari tindakan kudeta dan demonstrasi serta efek efek negatif darinya sepanjang masa berupa peristiwa peristiwa nahas dan kelemahan umat islam.

🌻8. Mengenalkan kepada ummat akan pentingnya menjaga keamanan dan perdamaian dalam negara islam serta mengenalkan kepada mereka sebab sebab terwujudnya keamanan tersebut.

🌻9. Menanamkam ajaran Tauhid dalam ibadah dan memperingatkan dari kesyirikan, karena kelompok ini tidak memperdulikan perinsip ini.

🌻10. Menanamkan pendidikan Sunnah dan memperingatkan bahaya bid'ah dan penganutnya, karena kelompok ini berdiri diatas perinsip konsolidasi bukan pendidikan dan penyaringan.

🌻11. Memperingatkan ummat dari bahaya tokoh tokoh kelompok Ikhwanul Muslimiin dan membongkar kedok mereka, seperti hasan al banna, sayyid quthb, muhammad quthb, at tilmisaany, dan selain mereka.

🌻12. Memperingatkan ummat dari kelompok Ikhwanul Muslimiin dan cabang cabangnya, seperti : kelompok sururiyah (pengikut muhammad surur), al bannaiyah (pengikut hasan al banna), al quthbiyyah (pengikut sayyid quthb), kelompok salafiyyah jihaadiyah (penyeru jihad -pemberontak-), al misriyyah, kelompok salafiyyah takfiiriyyah (jama'ah takfir yang suka mengkafirkan kaum muslimin).

🌻13. Memperingatkan ummat agar menjahui kitab kitab kelompok Ikhwanul Muslimiin seperti : kitab (tafsiir adh dhilaal), kitab (limaadza a'maduuny), kitab (al hayaat al ijtimaa'iyyah) karya sayyid quthb, dan selain itu dari kitab kitab berpemahaman revolusi.

🌻14. Memperkenalkan dan menghubungkan umat dengan ulama ulama islam sejati yang dikenal pembelaannya terhadap Sunnah dan persatuan.

🌻15. Mencekal munculnya kelompok Ikhwanul Muslimiin di media media masa, baik media yang didengar, media tertulis, dan media yang terlihat.

🌻16. Memberi spirit kepada para penuntut ilmu dari Ahlu Sunnah serta menyebarkan perinsip yang benar disemua tempat dan pelosok pedesaan.

🌻17. Menyiapkan para penuntut ilmu untuk bisa berorasi, memimpin shalat, dan mengajari orang lain.

🌻18. Memanfaatkan media-media masa kini untuk menyebarkan perinsip yang benar dan membantah kebatilan kelompok Ikhwanul Muslimiin.

🌻19. Melarang pihak-pihak yang tidak mau tau dan menutup diri dari mengenal kelompok Ikhwanul Muslimiin dari kegiatan belajar mengajar.

🌻20. Mengadakan pertemuan pertemuan dengan pihak pihak yang terpercaya dan tokoh tokoh masyarakat untuk menasehati orang orang yang terjangkiti pemikiran kelompok Ikhwanul Muslimiin.

🌻21. Adanya teguran dan peringatan dari pihak penguasa terhadap orang orang yang tidak mau mendengar nasehat, karena terkadang Allah menegur dengan perantara penguasa yang tidak Allah lakukan dengan perantara Al Quran.

🌻22. Memperkuat dan menyebarkan bagian inteljen negara untuk memantau pergerakan person dari kelompok Ikhwanul Muslimiin atau orang orang yang sudah mulai condong kepada pemikiran kelompok ini.

🌻23. Mematahkan perinsip perinsip yang dibakukan kelompok Ikhwanul Muslimiin dan menjabarkan bahayanya perinsip tersebut di masa datang pada masyarakat, seperti perinsip : " bersatu diatas hal yang disepakati, dan bertoleransi padahal yang bertolak belakang ".

🌻24. Menjelaskan hakekat hizbiyyah (faham suka berkelompok) dan memperingatkan manusia dari tindakan berkelompok kelompok, serta perkumpulan perkumpulan rahasia.

🌻25. Menjelaskan hakekat dakwah dakwah masa kini yang mengadopsi pemikiran Ikhwanul Muslimiin pada pergerakannya, seperti kelompok Shuufiyah dan Jama'ah Tabliigh.

✒Ditulis oleh Asy-Syaikh Abu Mubarok Ahmad bin Mubarok Qadzlan Al Mazru'i -hafizhahullaah-

                     

سلسلة كيف نقضي على فكر الإخوان المسلمين في مجتمعاتنا؟

1-الاستعانة بالله تعالى ودعاؤه في هدايتهم أو كف شرهم وضعف شوكتهم.

2- بالارتباط بولاة أمر المسلمين ولزوم الجماعة, وحث الناس على الارتباط بهم.

3-بنشر عقيدة السمع والطاعة لحكام المسلمين بالمعروف بالأدلة الشرعية والعقلية.

4-بنشر كلام الصحابة رضى الله عنهم في السمع والطاعة لحكام المسلمين بالمعروف.

5-بنشر القواعد الشرعية التي تبطل عقيدة الخروج, وتطبيقها على ثورات ومظاهرات الإخوان المسلمين.

6-بإبراز الحِكم والمصالح الدينية والدنيوية في وجود الأئمة والحكام.

7-بإظهار مفاسد الخروج والمظاهرات وما ترتب عليها عبر الزمن من أحداث مؤلمة وضعف للمسلمين.

8-بإبراز أهمية الأمن والأمان والاستقرار بالنسبة للدول الإسلامية وأسباب تحقيقها.

9-بتقرير توحيد العبادة والتحذير من الشرك؛ إذ الإخوان لا يلقون لهذا الأصل إهتماماً.

10-بتقرير السنة والتحذير من البدع وأهلها, لأنهم يسيرون على قاعدة التجميع لا التربية والتصفية.

11-بالتحذير من رموز الإخوان وكشف باطلهم كحسن البنا وسيد قطب محمد قطب والتلمساني, ويغرهم.

12-بالتحذير من الإخوان بجميع تفرعاتها السرورية والبنائية والقطبية, والسلفية الجهادية والمصرية والسلفية التكفيرية.

13-بالتحذير من كتب الإخوان ومنع انتشارها ككتاب تفسير الظلال ولماذا أعدموني والحياة الاجتماعية لسيد قطب وغيرها من الكتب الفكرية الثورية.

14- بربط الناس بعلماء المسلمين الربانيين الذين عرف تمسكهم بالسنة ولزوم الجماعة.
15-بمنع ظهور الإخوان في الإعلام بأنواعه المسموع والمكتوب والمرئي.

16-بنشاط طلاب العلم من أهل السنة ونشر العقيدة الصحيحة في جميع المناطق والقرى.

17-بتمكين طلاب العلم من أهل السنة والجماعة من الخطابة والإمامة وتدريس الناس.

18-باستغلال الوسائل الإعلامية الحديثة في نشر العقيدة الصحيحة والرد على باطل الإخوان.

19-بمنع المغفلين والمتسترين على الإخوان من التعليم والتدريس.

20-بعقد جلسات من قبل جهات معتمدة ورجال أكفاء لمناصحة من تأثر من المغرر بهم بهذا الفكر الإخواني.

21-بزجر وتأديب ولاةُ الأمر لمن لم ينفع معه النصح والإرشاد فإن الله يزع بالسلطان ما لا يزع بالقرآن.

22- تكثيف الرقابة الأمنية على من كان من الإخوان المسلمين أو تشرب بفكرهم من قبل الدول.

23- بهدم الأصول التي يقررها الإخوان وكشف مدى خطرها المستقبلي على المجتمعات كقاعدة “نجتمع فيما اتفقنا عليه ويعذر بعضنا بعضاً فيما اختلفنا فيه”.

24- بيان حقيقة الحزبية وتحذير الناس من التحزبات, والتكتلات السرية.

25- بيان حال الدعوات المعاصرة التي يندس الإخوان المسلمون تحت مظلتها كالصوفية وجماعة التلبيغ.

كتبه /

🌴الشيخ أبومبارك أحمد بن مبارك قذلان المزروعي حفظه الله.

                       

✍ Diterjemahkan oleh: Al Ustadz. Abu 'Amr As Sidawiy عفا الله عنه.

Faidah Arab dikutip dari:
مجموعة معا على الجادة

Dipublikasikan:
Kamis, 30 Al Muharram 1437 H || 12 November 2015M.

https://telegram.me/Saalikat_ManhajSalaf
http://saalikatmanhajsalaf.blogspot.co.id/

Saalikat_Manhajsalaf.

This entry was posted in

Selasa, 31 Mei 2016

Pertemuan ke 19

╔═ ❁📖❁ ═══════════╗
      ❝ KAJIAN   AKIDAH ❞
╚══════ ❁📖❁ ══════╝

Kitab: Syarh Al-Qawaidul Arba'.

Karya Syaikhul Islam Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah.

✍🏽Pensyarah: Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah al-Fauzan hafizhahullah.
------------------------------------🎀

                       بسم اللــــــه الرحمـن الرحـــيم

Lanjutan syarh pertemuan sebelumnya.
_________________

3 berhala tersebut adalah berhala terbesar bangsa arab.

Allah Ta'ala berfirman:

{أفرءيتم اللّات والعزّى• ومناة}

Apakah berhala-berhala tersebut mampu mencukupi kalian walau sedikit saja ? Apakah berhala-berhala tersebut memberi manfaat bagi kalian ? Apakah berhala-berhala tersebut bisa menolong kalian? Apakah berhala-berhala tersebut mampu menciptakan, memberi rizki, menghidupkan, dan mematikan? Apa yang bisa kalian dapatkan dari berhala-berhala tersebut?.

Ini adalah bentuk pengingkaran dan peringatan untuk orang-orang yang berakal agar kembali kepada nalurinya.
Berhala-berhala tersebut hanyalah bebatuan dan pepohonan yang tidak dapat memberi manfaat dan menolak madharat. Berhala-berhala tersebut hanyalah sesuatu yang diciptakan.

Ketika Allah mendatangkan islam dan Rasulullah menaklukkan Makkah Al-Musyarrafah, beliau mengutus Al-Mughirah bin Syu'bah dan Abu Sufyan bin Harb kepada latta di Thaif. Maka kedua shahabat tersebut menghancurkannya dengan perintah Rasulullah.

Beliau juga mengutus Khalid bin Al-Walid kepada uzza, maka Khalid pun menghancurkan dan menebang pohon-pohon tersebut serta membunuh jin wanita yang berada di dalamnya yang dahulu mengajak bicara manusia dan menyesatkan mereka, ia memusnahkannya sampai ke akar-akarnya -segala puji hanya bagi Allah-.

Beliau juga mengirim Ali bin Abi Thalib kepada manat. Ali pun menghancurkan dan memusnahkannya.

Berhala-berhala tersebut tidak dapat menyelamatkan dirinya, maka bagaimana mungkin bisa menyelamatkan para pengikutnya dan para  penyembahnya?!

{أفرءيتم اللّات والعزّى• ومناة الثالثة الأخرى}

⁉Kemana berhala itu pergi? Apakah berhala tersebut bisa memberi manfaat untuk kalian ? Apakah berhala tersebut mampu mencegah
tentara-tentara Allah dan pasukan tauhid?

Maka pada ayat tersebut terdapat dalil bahwa di sana ada yang beribadah kepada pepohonan dan bebatuan. Bahkan ketiga berhala tersebut adalah berhala mereka yang paling besar, namun bersamaan dengan itu Allah menghilangkan keberadaannya dalam keadaan berhala-berhala tersebut tidak dapat menghindarinya, tidak pula memberi manfaat terhadap penyembahnya.

Sungguh Rasulullah menyerang dan memerangi mereka (orang-orang musyrik) dalam keadaan berhala-berhala tersebut tidak mampu melindungi mereka.

Maka pada ayat ini terdapat apa yang syaikh berdalil dengannya yaitu di sana ada yang beribadah kepada bebatuan dan pepohonan.

Yaa subhanallah, manusia itu berakal, namun beribadah pada pepohonan dan bebatuan yang mati, yang tidak berakal, yang tidak bergerak dan tidak hidup, dimana akal-akal manusia? Maha Tinggi Allah dari yang mereka katakan dengan sebenar-benar ketinggian dan kebesaran.

Bersambung insya Allah...

✎Diterjemahkan oleh Ummu Bakr Qonitah Al Windaniyyah, telah dikoreksi oleh Al-Ustadzah Aisyah Ummu Hudzaifah As-Samarindiyyah hafizhahallah.

Saalikat Manhaj Salaf

» http://saalikatmanhajsalaf.blogspot.co.id/
» bit.ly/Saalikat_ManhajSalaf

This entry was posted in

Selasa, 24 Mei 2016

Pertemuan ke 18

╔════════════ ❁📚✿ ╗
       - KAJIAN  AKIDAH -
╚═ ❁📚✿ ═══════════╝

Kitab: Syarh Al-Qawaidul Arba'.

Karya Syaikhul Islam Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah.

✍🏽Pensyarah: Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah al-Fauzan hafizhahullah.

Selasa, 17 Sya'ban 1437H/ 24 Mei 2016
------------------------------------🎀

                       بسم اللــــــه الرحمـن الرحـــيم

MATAN:

وَدَّلِيْلُ الأَحْجَارِ وَالْأَشْجَارِ قَوْلُهُ تَعَالَى:
{أَفَرَءَيْتُمُ اللَّاتَ وَالْعُزَّى• وَمَنَاةَ الثَّالِثَةَ الأُخْرَى} النجم : ١٩-٢٠

Dan dalil adanya diantaranya orang musyrik yang beribadah kepada bebatuan dan pepohonan adalah firman Allah:

{أَفَرَءَيْتُمُ اللَّاتَ وَالْعُزَّى• وَمَنَاةَ الثَّالِثَةَ الأُخْرَى} النجم : ١٩-٢٠

" Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap Al Laata dan Al Uzza" ( An-Najm:19)

"dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian (dianggap sebagai anak perempuan Allah)?" [An-Najm:20]

_________________
Syarh:

Pada ayat tersebut tersebut terdapat dalil bahwa di sana ada di antara orang-orang musyrik yang beribadah kepada bebatuan dan pepohonan.

🏼{أفرءيتم}

Ini adalah bentuk pertanyaan yang mengandung pengingkaran, yaitu: kabarkanlah kepadaku.

Ini termasuk kalimat pertanyaan yang mengandung pengingkaran dan celaan.

Al-laata {اّللات}

Adalah nama berhala di daerah Thaif. (اّللات) berupa sebuah batu besar yang dipahat. Padanya dibangun sebuah rumah, dan pada rumah tersebut terdapat tirai-tirai, rumah tersebut menyaingi ka'bah, di sekitarnya terdapat halaman.

🏚Rumah tersebut memiliki juru kunci. Dahulu mereka menyembahnya selain menyembah Allah. Berhala tersebut milik Tsaqif (nama sebuah kabilah) dan kabilah-kabilah yang sejalan dengannya. Mereka berbangga dengannya.

Ada juga qari' yang membaca dengan mentasydid ta' :

🏼{أفرءيتم اللّاتّ}

Yaitu isim fa'il dari *ُّلَتَّ يَلُت (Latta-yaluttu)* Adalah seorang laki-laki yang shalih yang senang mengadon tepung untuk diberikan kepada para jamaah haji. ketika laki-laki tersebut meninggal, mereka membangun sebuah rumah di atas kuburnya dan menurunkan  tirai-tirai di atasnya, sehingga merekapun beribadah kepadanya selain beribadah kepada Allah.

‼Inilah اللّات.

Al 'Uzza {العزّى}

Adalah pepohonan salam (salah satu jenis pohon) di lembah kurma yang terletak antara Makkah dan Thoif. Disekelilingnya terdapat sebuah bangunan dan tirai-tirai. Juga memiliki juru kunci. Didalam pepohonan tersebut ada syaithon-syaithon yang berbicara kepada manusia. Orang yang jahil akan menyangka bahwa yang berbicara adalah pohon itu sendiri atau rumah yang mereka bangun, padahal yang berbicara adalah para syaithon dalam rangka menyesatkan manusia dari jalan Allah. Berhala ini milik Quraisy, penduduk Makkah dan sekitarnya.

Manah {مناة}

Adalah batu besar di sebuah tempat yang terletak di dekat gunung Qudaid antara Makkah dan Madinah. Berhala ini milik Khuza'ah, Aus, dan Khazraj. Mereka berihram disisinya ketika haji, dan beribadah kepadanya selain beribadah kepada Allah.

Bersambung in sya Allah...

✍🏼 Diterjemahkan oleh Ummu Bakr Qonitah Al Windaniyyah, telah dikoreksi oleh Al-Ustadzah 'Aisyah Ummu Hudzaifah As-Samarindiyyah hafizhahumallah.

» http://saalikatmanhajsalaf.blogspot.co.id/
» bit.ly/Saalikat_ManhajSalaf

Saalikat Manhaj Salaf

This entry was posted in